Jember, (ANTARA) - Rektor Universitas Jember (Unej) Drs M. Hasan MSc PhD menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya tidak mencetak teroris, meskipun salah satu terduga teroris yang ditangkap di Madiun adalah alumnus Unej. "Saya mengakui bahwa AAF adalah alumnus Unej, namun tidak berarti bahwa kampus Unej mencetak teroris karena tidak ada kurikulum di kampus yang mengajarkan kekerasan, apalagi mencetak teroris," katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu. Seorang warga terduga teroris, Agus Anton Figian (31) yang juga alumnus Unej diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror di Desa Sewulan Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jatim, Jumat (26/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mengaku prihatin dengan kabar ditangkapnya alumnus Unej sebagai terduga kelompok teroris oleh Densus 88 di Madiun. "Penangkapan beberapa tersangka teroris, termasuk di Madiun membuat sivitas akademika Unej prihatin karena salah satu terduga teroris AAF adalah alumnus Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unej yang lulus tahun 2004," tuturnya. Rektor yang juga dosen Jurusan Matematika di FMIPA itu mengimbau mahasiswa juga melakukan aktivitas lain dan berinteraksi dengan masyarakat, sehingga tidak hanya mengikuti kuliah saja di kampus Unej. "Pihak kampus sulit memantau aktivitas atau kegiatan mahasiswa di luar jadwal kuliah dan kami tidak tahu kegiatan alumnus Unej yang menjadi terduga teroris di luar kuliah," ucapnya. Hasan meminta seluruh sivitas akademika Unej, khususnya mahasiswa, agar menjadi pribadi-pribadi yang kokoh, tahan uji dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. "Ingat, tidak ada satu pun agama dan keyakinan yang memperbolehkan tindak kekerasan atas nama agama," katanya. Ia berharap kasus AAF adalah yang terakhir kali dan jangan sampai ada alumnus Unej yang biasa disebut dengan Kampus Tegalboto itu terkait dengan tindak pidana terorisme. "Mari jadikan momentum Peringatan Sumpah Pemuda sebagai pendorong dan sumber semangat bagi kita semua, khususnya mahasiswa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya menambahkan. (*/sun)