
PKM FK Universitas Baiturrahmah laksanakan PkM Promkes cegah dan deteksi dini dan stroke dengan metode fast

Padang (ANTARA) - Prevalensi stroke dan faktor risikonya seperti hipertensi, diabetes melitus, pola hidup tidak sehat, serta rendahnya aktivitas fisik masih tergolong tinggi Di Sumatera Barat, di mana Lansia menjadi kelompok yang rentan.
Hal ini dikarenakan sebagian besar belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan masih minim memahami tanda serta gejala awal stroke yang memerlukan penanganan cepat, sehingga Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah promotif dan preventif yang lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas.
Dari latar belakang tersebut Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan promosi kesehatan bertajuk “Cegah dan Deteksi Dini Stroke dengan Metode FAST (Face, Arm, Speech, Time)” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah pada 2025 yang terdiri dari Dr. Rika Amran, MARS sebagai ketua tim, bersama anggota Dr. Erdanella Setiawati, MM, Dra. Fidiariani Sjaaf, MSI, dan Dra. Sri Wahyuni, MM. Tim dosen turut melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan edukasi kesehatan di lapangan sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Masjid Ihsan, Seberang Padang, Kota Padang, dengan sasaran utama para lansia yang tergabung dalam majelis taklim. Kegiatan dilakukan secara tatap muka pada sore hari setelah salat Ashar agar lebih mudah diikuti oleh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pengurus masjid serta perkenalan tim pengabdian. Selanjutnya peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian stroke, faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya pengendalian tekanan darah, gula darah, kolesterol, aktivitas fisik, dan pola hidup sehat guna mencegah terjadinya stroke sejak dini.
Tim pengabdian juga memperkenalkan metode FAST yang terdiri dari Face, Arm, Speech, dan Time sebagai langkah sederhana mengenali gejala stroke darurat. Edukasi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sesi edukasi ini diperkaya oleh inovasi teknologi berupa simulasi penggunaan aplikasi mobile "Cegah Stroke Erdanela". Aplikasi ramah pengguna ini dimanfaatkan sebagai alat bantu digital bagi lansia dengan pendampingan keluarga untuk melakukan skrining mandiri. Melalui aplikasi ini, pengguna cukup memasukkan data kesehatan seperti tekanan darah dan berat badan untuk mendapatkan penilaian instan apakah kondisi mereka berada pada zona risiko stroke rendah, sedang, atau tinggi.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dengan mahasiswa dan dosen narasumber. Para lansia tampak antusias menyampaikan pengalaman pribadi maupun keluhan kesehatan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, hingga pola hidup sehari-hari yang berisiko memicu stroke.
Pada sesi berikutnya, dosen narasumber memberikan penguatan materi terkait pentingnya perubahan gaya hidup sehat dan peran keluarga dalam membantu lansia mengendalikan faktor risiko stroke. Pendekatan edukatif tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, tim pengabdian juga mengadakan kuis interaktif seputar materi yang telah diberikan. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar lebih aktif memahami informasi kesehatan.
Tidak hanya edukasi, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah skrining awal risiko stroke bagi peserta lansia. Hasil pemeriksaan disampaikan secara langsung kepada peserta sehingga dapat menjadi bahan evaluasi kesehatan pribadi sekaligus mendorong kesadaran untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan penuh dari pengurus Masjid Ihsan dan majelis taklim yang membantu menyiapkan lokasi kegiatan serta menghadirkan peserta. Tercatat sebanyak 34 orang lansia mengikuti kegiatan promosi kesehatan tersebut dengan antusiasme yang cukup tinggi selama acara berlangsung.
Dari hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta terkait stroke dan metode FAST setelah diberikan edukasi kesehatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya kenaikan skor rata-rata pengetahuan peserta dari 17,6 menjadi 29,6, yang menunjukkan efektivitas penyampaian materi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini stroke.

Sementara itu, pendanaan kegiatan bersumber dari dana pengabdian masyarakat dosen di mana digunakan untuk berbagai kebutuhan kegiatan seperti cenderamata, spanduk, snack peserta, standing banner, mini book edukasi, alat tulis, doorprize, dan perlengkapan pendukung lainnya selama pelaksanaan promosi kesehatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap masyarakat, khususnya para lansia di wilayah Seberang Padang, semakin memahami pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini serta mampu menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko terjadinya stroke di masa mendatang. Sasaran utama kegiatan ini adalah lansia majelis taklim dan masyarakat sekitar Masjid Ihsan Seberang Padang agar tercipta kesadaran kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan komunitas.*
Penulis : dr. Rika Amran, MARS dan dosen tim pengabdian masyarakat FK Universitas Baiturrahmah.
Pewarta: .
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
