Logo Header Antaranews Sumbar

Empat peserta disabilitas netra ikuti UTBK UNP demi kejar masa depan

Kamis, 23 April 2026 18:26 WIB
Image Print
Petugas UTBK UNP menuntun peserta ujian penyandang disabilitas netra mengikuti ujian di kampus UNP Air Tawar Padang, Kamis, (23/4). (ANTARA - HO Humas UNP).

Padang (ANTARA) - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Padang, Air Tawar Kota Padang, Sumatera Barat, diikuti oleh empat peserta penyandang disabilitas netra.

Keempat peserta tersebut, bernama Aldi Sulaiman, Genta Maulana, Rayhan Hidayat, dan Faizadil Isti Rahma, merupakan peserta disabilitas netra yang ikut berjuang memperoleh kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit melalui Seleksi Nasional Berbasi Tes (SNBT) 2026, yang digelar pada Kamis, 23 April.

"Menjadi disabilitas bukan penghalang untuk memperoleh pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita," kata Rayhan Hidayat, salah satu peserta asal Bukittinggi, yang datang diantar kakak iparnya menggunakan atribut ojek daring.

Rayhan menuturkan ia tidak terlahir sebagai penyandang disabilitas. Namun, ia kehilangan penglihatan akibat glaukoma yang ia alami saat duduk di bangku kelas dua SMA, hingga sempat membuat hidupnya terhenti.

Ia mengurung diri di kamar hampir selama satu tahun, menjauh dari dunia yang tiba-tiba terasa asing.

“Awalnya sempat drop, tidak mau keluar rumah. Tapi keluarga dan orang-orang terdekat terus menyemangati untuk kembali bangkit," ujarnya.

Saat kembali bersekolah, Rayhan beradaptasi dengan cara belajar baru, hingga akhirnya berani melangkah lebih jauh, mengikuti UTBK.

Bahkan alumni SMAN 1 Tilatang Kamang itu, juga memilih Pendidikan Luar Biasa UNP sebagai pilihan pertama pada UTBK ini.

Peserta disabilitas netra lainnya, Aldi Sulaiman juga berbagi semangat mengikuti ujian UTBK UNP. Lulusan SMKN 7 Padang ini datang bersama sang ayah.

Aldi mengaku telah mendapatkan pendampingan dari panitia. Ia bahkan dihubungi langsung dan difasilitasi untuk mengikuti latihan sebelum hari pelaksanaan.

Aldi yang menjatuhkan salah satu pilihannya ke Pendidikan Luar Biasa UNP itu, hidup dengan keterbatasan penglihatan sejak lahir.

Ia hanya mampu menangkap bayangan cahaya. Namun keterbatasan itu tidak pernah benar-benar menghentikannya.

Ia belajar dengan huruf Braille, mendengarkan, menghafal, dan terus mencoba memahami dunia dengan caranya sendiri.

“Saya memilih kuliah untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Di balik ketenangannya, ada usaha yang tidak sedikit. Ia mengikuti latihan sebelum ujian, beradaptasi dengan perangkat bantu, dan mengatasi kendala teknis yang sempat ia alami.

Namun satu hal yang ia pegang teguh, yakni untuk tetap sederhana, melanjutkan pendidikan.

Meski langkah mereka mungkin lebih pelan dari peserta lainnya, namun keyakinan dan tekad mereka tak kalah jauh dengan peserta pada umumnya.

Mereka ditempatkan di ruang khusus, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan konsentrasi maksimal.

Perangkat bantu seperti software pembaca layar, aplikasi khusus, serta headset menjadi sarana utama mereka dalam menyelesaikan ujian selama 195 menit.

Universitas Negeri Padang, menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghadirkan layanan seleksi yang inklusif dan merata.

Tahun ini, UNP menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyediakan fasilitas UTBK bagi peserta disabilitas.

Sebanyak tujuh peserta berkebutuhan khusus difasilitasi, terdiri dari empat disabilitas netra dan tiga disabilitas rungu, dengan penjadwalan khusus sesuai kebutuhan mereka.

Komitmen ini tidak hanya menjadi bagian dari pelayanan pendidikan, tapi sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) atau pendidikan berkualitas yang menjamin akses pendidikan yang setara bagi semua.

Selain juga bentuk kontribusi nyata terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) atau pengurangan kesenjangan, dengan memastikan setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026