Hamas Tuduh Abbas-Fatah Halangi Perujukan
Minggu, 31 Maret 2013 23:11 WIB
Kota Gaza, (Antara/Xinhua-OANA) - Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), Ahad, menuduh kantor Presidan Palestina Mahmoud Abbas dan partainya, Fatah, menghalangi perujukan nasional; mereka belum menerima usul pertemuan puncak mini Qatar.
Tindakan Fatah berpangkal dari masalah perwakilan diplomatik Palestina setelah Qatar menyerukan pertemuan puncak mini, yang akan menempatkan status HAMAS sama dengan Fatah.
"Presiden dan Fatah berpegang pada masalah perwakilan dan keabsahan adalah pembenaran yang keliru dan itu memperlihatkan tanggung jawab mereka karena menghalangi upaya perujukan," kata Sami Abu Zuhri, Juru Bicara HAMAS.
"HAMAS menang dalam pemilihan umum 2006, jadi Fatah mesti menghormati keabsahan HAMAS dan bukan menggunakannya sebagai dalih untuk menghalangi jalan perujukan," kata Abu Zuhri kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam.
Pada Sabtu, seorang pembantu Abbas mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa ada "perwakilan sah tunggal buat rakyat Palestina di setiap pertemuan puncak Arab, regional dan internasional".
Amir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Ath-Thani menyarankan pertemuan mini Arab mengenai perujukan Palestina selama pembukaan pertemuan tingkat tinggi tahunan Liga Arab di Doha, Selasa (26/3). Seruan itu langsung disambut baik oleh HAMAS.
Setahun setelah menang dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif, HAMAS mengusir pasukan Abbas, mendepak Fatah dan mengambil-alih Jalur Gaza pada 2007, sehingga kekuasaan Abbas terkungkung di Tepi Barat Sungai Jordan.
Mesir dan Qatar telah menengahi beberapa kesepakatan antara kedua gerakan itu agar rujuk, membentuk pemerintah peralihan, menyatukan dinas keamanan dan menyelenggarakan pemilihan umum. Namun, semua kesepakatan tersebut tak bisa dilaksanakan. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018