Wagub minta permudah anak perantau Minang dari Wamena sekolah
Rabu, 2 Oktober 2019 14:58 WIB
Wagub Sumbar Nasrul Abit. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)
Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan kelanjutan sekolah anak-anak perantau Minang yang pulang dari Wamena, Jayawijaya, Papua.
"Jangan sampai sekolah anak-anak itu terbengkalai sesampai di kampung. Fasilitasi saja, jangan dipersulit," katanya di Padang, Rabu.
Menurutnya, sebagian besar perantau yang pulang kampung itu sudah tidak memiliki surat-surat administrasi karena terbakar saat kerusuhan.
Meski itu bisa menjadi kendala, tetapi karena kondisi saat ini darurat, aturan seharusnya bisa sedikit dilonggarkan.
"Kalau misalnya mereka di Papua kelas 3 SD, masukkan di sini kelas 3 SD. Nanti kalau mereka mau kembali ke Papua, kita upayakan untuk menerbitkan surat keterangan," katanya.
Ia mengatakan kondisi darurat tidak boleh membuat pendidikan anak menjadi terlantar apalagi sampai berlarut-larut karena mereka adalah masa depan bangsa.
Saat ini, dari sekitar 1400 perantau Minang di Wamena, ada sekitar 300 orang yang menyatakan untuk tetap tinggal di daerah itu dan memulai usaha kembali.
Sisanya sebanyak 297 orang sudah dalam perjalanan pulang ke Padang dengan bantuan dari berbagai pihak.
Sisanya sekitar 800 orang masih menunggu jadwal pemulangan menggunakan kapal laut.*
"Jangan sampai sekolah anak-anak itu terbengkalai sesampai di kampung. Fasilitasi saja, jangan dipersulit," katanya di Padang, Rabu.
Menurutnya, sebagian besar perantau yang pulang kampung itu sudah tidak memiliki surat-surat administrasi karena terbakar saat kerusuhan.
Meski itu bisa menjadi kendala, tetapi karena kondisi saat ini darurat, aturan seharusnya bisa sedikit dilonggarkan.
"Kalau misalnya mereka di Papua kelas 3 SD, masukkan di sini kelas 3 SD. Nanti kalau mereka mau kembali ke Papua, kita upayakan untuk menerbitkan surat keterangan," katanya.
Ia mengatakan kondisi darurat tidak boleh membuat pendidikan anak menjadi terlantar apalagi sampai berlarut-larut karena mereka adalah masa depan bangsa.
Saat ini, dari sekitar 1400 perantau Minang di Wamena, ada sekitar 300 orang yang menyatakan untuk tetap tinggal di daerah itu dan memulai usaha kembali.
Sisanya sebanyak 297 orang sudah dalam perjalanan pulang ke Padang dengan bantuan dari berbagai pihak.
Sisanya sekitar 800 orang masih menunggu jadwal pemulangan menggunakan kapal laut.*
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tewaskan 10 orang, Komisi I DPR dorong investigasi mendalam terkait kerusuhan di Wamena
25 February 2023 13:40 WIB, 2023
Identitas sudah dikantongi, Polisi tunggu waktu tepat tangkap aktor kerusuhan Wamena
29 October 2019 16:39 WIB, 2019
Semen Padang pastikan laga hadapi Persipura tak terpengaruh situasi Wamena
22 October 2019 17:31 WIB, 2019
Bupati Hendrajoni Salurkan Bantuan Korban Kerusuhan Wamena Rp135 Juta
19 October 2019 19:09 WIB, 2019