Kepala Militer: Dialog Pemerintah-Pemberontak Jatuh
Minggu, 24 Maret 2013 18:06 WIB
Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Kepala militer Thailand menegaskan bahwa dialog pemerintah dengan kelompok gerilyawan Muslim harus dilakukan di bawah kerangka hukum, dengan penekanan pada keselamatan bagi kehidupan orang-orang dan propertinya.
Jenderal Prayuth Chan-ocha bersikap teguh bahwa Thailand akan tetap menjadi negara tunggal tanpa pemisahan apapun.
Dia mengatakan bahwa ia telah mengamati semua instansi pemerintah lebih waspada terhadap resolusi krisis selatan dan mereka bertindak dengan persatuan serta dan integrasi yang baik.
Orang-orang telah menunjukkan partisipasi lebih mereka dan puas terhadap kinerja pemerintah sementara gerilyawan telah mengisyaratkan kesediaan untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak berwenang Thailand, katanya.
Dia mengatakan pembicaraan awal pada 28 Maret antara Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan kelompok Barisan Revolusi Nasional (BRN) mungkin memiliki sedikit kemajuan karena akan menjadi pertemuan pertama ketika kedua pihak akan memperkenalkan diri.
Proposal dari dialog tersebut akan diserahkan kepada Komite Strategis Selatan untuk diskusi lebih lanjut, namun pembicaraan tidak harus makan waktu lebih lama dari dua tahun, katanya.
Kita harus melihat beberapa kemajuan dalam dua tahun tapi itu tidak berarti krisis selatan akan sepenuhnya diselesaikan dalam waktu dua tahun, katanya menambahkan.
Surin Pitsuwan, mantan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), melemparkan dukungan penuh di belakang dialog, dan menggambarkan perundingan itu sebagai titik awal yang harus diterima oleh semua orang. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018