Wabup Mentawai minta jaga aset kebencanaan
Kamis, 8 Agustus 2019 23:15 WIB
Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake memotong pita saat persemiaan posko koordinasi bencana di Dusun Koliau, Desa Goiso'ainan, Mentawai. (Antarasumbar/Adi Prima/19)
Tuapeijat (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake, meminta pemerintah kecamatan dan desa menjaga semua aset kebencanaan yang telah diserahkan oleh Lembaga Arbeiter Samariter Bund (ASB) Indonesia and the Philippines di semua dusun dampingan kegiatan.
Aset radio RIG ini contohnya, sangat penting keberadaanya saat kondisi darurat terjadi, karena signal telekomunikasi tidak bisa diandalkan, kata Kortanius, Kamis.
Menurut dia, jika komunikasi terputus dengan signal terganggu bisa mengandalkan Radio RIG.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ada empat jalur evakuasi, tujuh pos koordinasi (Posko), perlengkapan tanggap darurat (PPGD), perlengkapan medis, 20 radio RIG dan berbagai perlengkapan kebencanaan lainnya yang didistribusikan oleh Lembaga ASB Indonesia and the Philippines periode 2016-2019, ucap Rofikul Hidayat, selaku Project Manager ASB pada acara serah terima program Desa Tangguh Bencana (DESATANA) kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dusun Kaliou, Desa Goiso'oinan, Kepulauan Mentawai, pada 8 Agustus 2019.
Ada lima hasil utama tujuan program ini, 1) Struktur risiko bencana terbentuk dan terlembaga di 6 desa/nagari di Sumatera Barat, 2) Masyarakat di 6 desa/nagari memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait prosedur manajemen risko multi ancaman.
Berikutnya, ke 3) Meningkatnya komunikasi, peringatan dini berbasis masyarakat dan infrastruktur untuk kesiapsiagaan di 6 desa, 4) Meningkatnya jaringan antar stakeholder terkait manajemen risiko (vertikal dan horisontal).
Ke 5) Adanya kesempatan untuk mengembangkan mata pencarian yang berkelanjutan bagi masyarakat di 3 desa/nagari, lanjut Rofikul. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake memotong pita saat persemiaan posko koordinasi bencana di Dusun Koliau, Desa Goiso'ainan, Mentawai. (Ist) Selain menjaga dan melist semua aset kebencanaan yang sudah ada,di Kepulauan Mentawai terdapat 43 desa, 28 desa dikategorikan rawan bencana.
Namun, baru sembilan desa yang mendapatkan dampingan program DESTANA, kedepan desa yang belum didampingi akan menjadi tugas bersama pemerintah daerah untuk menindaklanjuti, kata Kepala Bidang Pencegahan dab Kesiapsiaagan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yusuf Hadisumarto.
Aset radio RIG ini contohnya, sangat penting keberadaanya saat kondisi darurat terjadi, karena signal telekomunikasi tidak bisa diandalkan, kata Kortanius, Kamis.
Menurut dia, jika komunikasi terputus dengan signal terganggu bisa mengandalkan Radio RIG.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ada empat jalur evakuasi, tujuh pos koordinasi (Posko), perlengkapan tanggap darurat (PPGD), perlengkapan medis, 20 radio RIG dan berbagai perlengkapan kebencanaan lainnya yang didistribusikan oleh Lembaga ASB Indonesia and the Philippines periode 2016-2019, ucap Rofikul Hidayat, selaku Project Manager ASB pada acara serah terima program Desa Tangguh Bencana (DESATANA) kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dusun Kaliou, Desa Goiso'oinan, Kepulauan Mentawai, pada 8 Agustus 2019.
Ada lima hasil utama tujuan program ini, 1) Struktur risiko bencana terbentuk dan terlembaga di 6 desa/nagari di Sumatera Barat, 2) Masyarakat di 6 desa/nagari memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait prosedur manajemen risko multi ancaman.
Berikutnya, ke 3) Meningkatnya komunikasi, peringatan dini berbasis masyarakat dan infrastruktur untuk kesiapsiagaan di 6 desa, 4) Meningkatnya jaringan antar stakeholder terkait manajemen risiko (vertikal dan horisontal).
Ke 5) Adanya kesempatan untuk mengembangkan mata pencarian yang berkelanjutan bagi masyarakat di 3 desa/nagari, lanjut Rofikul. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake memotong pita saat persemiaan posko koordinasi bencana di Dusun Koliau, Desa Goiso'ainan, Mentawai. (Ist) Selain menjaga dan melist semua aset kebencanaan yang sudah ada,di Kepulauan Mentawai terdapat 43 desa, 28 desa dikategorikan rawan bencana.
Namun, baru sembilan desa yang mendapatkan dampingan program DESTANA, kedepan desa yang belum didampingi akan menjadi tugas bersama pemerintah daerah untuk menindaklanjuti, kata Kepala Bidang Pencegahan dab Kesiapsiaagan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yusuf Hadisumarto.
Pewarta : Adi-ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Agam pantau hulu sungai mengalir ke Danau Maninjau rawan banjir bandang
10 January 2026 9:17 WIB
Polisi tingkatkan pengamanan jalur rawan kejahatan Lintas Bengkulu - Sumsel
31 December 2025 10:25 WIB
Wako Bukittinggi minta warga tidak tempati daerah rawan longsor Ngarai Sianok
26 November 2025 13:50 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta jajaran pemerintah terdepan perketat pengawasan titik rawan bencana
26 November 2025 4:18 WIB
Polres Agam fokus tiga lokasi rawan kecelakaan saat Operasi Zebra Singgalang
17 November 2025 9:47 WIB
BPBD Padang Pariaman pantau sejumlah sungai rawan banjir pasca normalisasi
16 September 2025 17:35 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB