Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius

Kamis, 1 Januari 2026 14:47 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait perkembangan pembangunan rumah hunian untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap serius menangani bencana di wilayah Sumatera meski hingga kini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Dalam rapat terbatas terkait progres pembangunan 600 hunian dipantau melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, Prabowo menjelaskan keputusan tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan atas pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," kata Prabowo.

Namun demikian, Presiden mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah meremehkan dampak bencana tersebut. Ia menyebut keterlibatan langsung banyak anggota Kabinet Merah Putih menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam penanganan di lapangan.

Prabowo menyampaikan saat ini sedikitnya terdapat 10 menteri yang berada di Aceh untuk turut serta menangani dampak bencana. Dua menteri lainnya, tengah bertugas di Aceh Utara, dan sejumlah menteri juga hadir di provinsi lainnya.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026