KPU upayakan seluruh data salinan C1 masuk Situng
Rabu, 29 Mei 2019 4:55 WIB
Data Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU RI) Senin (20/5) pada pukul 05.00 WIB sudah mencakup 90,7 persen atau 737.766 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 813.350 TPS dalam dan luar negeri, dengan perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 55,64 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 44,36 persen. (Data KPU)
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum RI masih mengupayakan seluruh data salinan formulir C1 masuk ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) atau setidaknya mendekati 100 persen, meskipun hasil final rekapitulasi nasional Pemilu 2019 sudah ditetapkan.
"Kami akan terus selesaikan sebagai basis data kami jika orang bertanya tentang C1 misalnya, kami bisa menunjukkan, Situng bisa menunjukkannya, jadi kami terus berusaha untuk kemudian menyampaikan hasil Situng itu semaksimal mungkin," ujar Komisioner KPU RI Ilham Saputra di Jakarta, Selasa (28/5).
Ia menyebut apabila sulit tercapai hingga 100 persen, setidaknya hingga 98 persen lantaran terdapat beberapa kendala.
Kendala tersebut di antaranya petugas KPPS salah menempatkan formulir C1 ke dalam kotak suara sehingga kesulitan membuka kembali sebab membutuhkan persetujuan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Terkait gugatan sengketa hasil pilpres yang menyoal Situng, Ilham mengatakan hasil dalam Situng sudah menggambarkan hasil yang sama dengan rekapitulasi nasional sehingga ia yakin tidak masalah.
"Kami akan siapkan juga jawaban terkait dengan teknis soal Situng. Kemudian tidak ada UU yang kami langgar, ini adalah bagian dari transparansi penyelenggara pemilu dan setiap orang bisa mengakses seluruh C1," kata dia.
Adapun hingga Rabu pukul 00.00, salinan formulir C1 yang masuk Situng sebesar 95,94 persen atau sebanyak 780.326 dari total 813.336 tempat pemungutan suara (TPS).
Hasil Situng menunjukkan paslon Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mendapatkan 81.507.896 suara atau 55,30 persen, sedangkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 65.896.968 suara atau 44,70 persen.
"Kami akan terus selesaikan sebagai basis data kami jika orang bertanya tentang C1 misalnya, kami bisa menunjukkan, Situng bisa menunjukkannya, jadi kami terus berusaha untuk kemudian menyampaikan hasil Situng itu semaksimal mungkin," ujar Komisioner KPU RI Ilham Saputra di Jakarta, Selasa (28/5).
Ia menyebut apabila sulit tercapai hingga 100 persen, setidaknya hingga 98 persen lantaran terdapat beberapa kendala.
Kendala tersebut di antaranya petugas KPPS salah menempatkan formulir C1 ke dalam kotak suara sehingga kesulitan membuka kembali sebab membutuhkan persetujuan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Terkait gugatan sengketa hasil pilpres yang menyoal Situng, Ilham mengatakan hasil dalam Situng sudah menggambarkan hasil yang sama dengan rekapitulasi nasional sehingga ia yakin tidak masalah.
"Kami akan siapkan juga jawaban terkait dengan teknis soal Situng. Kemudian tidak ada UU yang kami langgar, ini adalah bagian dari transparansi penyelenggara pemilu dan setiap orang bisa mengakses seluruh C1," kata dia.
Adapun hingga Rabu pukul 00.00, salinan formulir C1 yang masuk Situng sebesar 95,94 persen atau sebanyak 780.326 dari total 813.336 tempat pemungutan suara (TPS).
Hasil Situng menunjukkan paslon Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mendapatkan 81.507.896 suara atau 55,30 persen, sedangkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 65.896.968 suara atau 44,70 persen.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU dan Pramuka Sawahlunto Perkuat Literasi Demokrasi Lewat Saka Yogaswara
13 December 2025 16:01 WIB
Luncurkan Aplikasi Sopan Sapa, KPU Sumbar Wujudkan Pelayanan Publik Digital yang Transparan
24 October 2025 16:12 WIB
KPU Sumbar Luncurkan Aplikasi Sopan Sapa, Wujudkan Pelayanan Publik Digital yang Transparan
23 October 2025 13:53 WIB
KPU Agam lakukan empat kali rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan
07 October 2025 9:07 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB