Sebelum ke Timteng, Obama Bertemu Pemimpin Amerika-Arab
Selasa, 12 Maret 2013 11:35 WIB
Washington, (ANTARA/Reuters) - Presiden AS Barack Obama pada Senin melakukan pertemuan dengan para pemimpin Amerika dari kalangan komunitas Arab, yang mendesaknya untuk menyampaikan pesan berupa harapan bagi rakyat Palestina dalam lawatannya ke Timur Tengah bulan ini.
Kendati demikian ia telah menjelaskan bahwa ia tidak akan menggunakan kesempatan lawatannya itu untuk meluncurkan prakarsa baru menyangkut perdamaian Israel-Palestina.
Obama menerima sekira 10 pemimpin Amerika-Arab di Gedung Putih, hanya empat hari setelah ia melakukan pembicaraan dengan para perwakilan organisasi utama Yahudi dalam persiapannya melakukan kunjungan ke Israel, ke wilayah Palestina yang diduduki Israel, Tepi Barat, dan ke negara tetangga Jordania.
Pihak Gedung Putih belum secara resmi mengumumkan tanggal lawatan, namun media massa Israel telah melaporkan bahwa Obama akan memulai kunjungan ke Israel pada 20 Maret mendatang.
Pada Senin, Obama bertemu dengan kelompok Amerika-Arab untuk mendapatkan masukan bagi pertemuan-pertemuan yang akan digelarnya di Timur Tengah.
Ia dijadwalkan melakukan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Jordania, Abdullah II.
"Ia menggarisbawahi bahwa lawatannya itu merupakan kesempatan baginya untuk menunjukkan komitmen Amerika Serikat kepada rakyat Palestina --di Tepi Barat dan Jalur Gaza-- dan untuk bekerja sama dengan Pemerintah Otonomi Palestina saat Palestina sedang terus membangun lembaga-lembaga penting untuk mewujudkan negara independen Palestina sesungguhnya," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Obama mengatakan kepada mereka bahwa ia juga akan "menekankan komitmen Amerika untuk keamanan Israel", kata pejabat tersebut.
Banyak kalangan di pihak Palestina yang merasa kecewa dengan kegagalan Obama untuk berbuat lebih banyak dalam memajukan kesepakatan perdamaian padahal ketika ia mulai menjabat sebagai presiden AS, ia menyatakan diplomasi Timur Tengah merupakan prioritas utamanya.
Pemerintahan Obama menentang upaya Palestina baru-baru ini untuk mendapatkan status kenegaraan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pada saat yang sama melancarkan kritik terhadap perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
Obama pada Kamis lalu mengatakan kepada para pemimpin Yahudi bahwa ia tidak membawa rencana baru pembicaraan perdamaian dalam lawatannya ke kawasan Timur Tengah, walaupun ia tidak mengesampingkan tekanan diplomatik pada hari kemudian.
Ketegangan nuklir Barat dengan Iran serta perang saudara di Suriah diperkirakan akan menjadi agenda utama pembicaraan dalam lawatannya ke Timur Tengah.
"Kami merasa senang dapat menyampaikan kepada Presiden Obama rekomendasi dan pesan-pesan utama kami yang perlu ia sampaikan kepada rakyat Palestina, kata kelompok Amerika-Arab dalam sebuah pernyataan bersama.
"Amerika Serikat, dengan ikatannya yang berkelanjutan, adil dan membangun, bisa membantu penyelesaian damai dan abadi bagi konflik Israel-Palestina --penyelesaian yang hakiki bagi keamanan jangka panjang di Timur Tengah."
Pernyataan itu dikeluarkan oleh American Arab Anti-Discrimination Committee, American Task Force for Palestine, American Federation of Ramallah Palestine dan Arab American Institute. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Taruna/i STPN 2026 ikuti Latsardis di Rindam IV/Diponegoro, penguatan karakter demi modal pendidikan dan terjun ke lapangan
10 February 2026 10:01 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-20, Persija merenggang, Semen Padang FC merapat
08 February 2026 22:17 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018