Pessel klaim punya jengkol terenak di Indonesia
Jumat, 28 Desember 2018 15:59 WIB
Jengkol. ( )
Painan, (Antaranews Sumbar) - Pejabat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengklaim daerah setempat memiliki varietas jengkol paling enak se-Indonesia, hal itu diketahui setelah dilakukan penelitian.
"Pesisir Selatan memiliki dua varietas jengkol unggulan yakni bareh dan lokan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat, Jumsu Trisno di Painan, Sabtu.
Ia menambahkan, pengklaiman enaknya kedua varietas itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Dari peneletian itu diketahui kadar amilosa dan kadar kapur yang tergandung pada daging jengkol lebih unggul jika dibanding dengan jenis jengkol lain di Indonesia.
Selain itu, kedua varietas jengkol merupakan jenis jengkol yang pertama kali di sertifikasi di Indonesia.
Khusus kadar kapur yang ada pada jengkol bareh dan lokan berpotensi kecil membuat orang yang mengkosumsinya mengalami sakit perut.
Hanya saja katanya dari banyaknya jengkol jenis tersebut di Pesisir Selatan hanya dua batang saja yang dinilai unggul.
Kendati demikian saat ini Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat tengah mengembangkan kedua jenis itu.
"Sedikitnya sekitar 6.000 bibit dari jengkol kedua jenis itu telah ditanam di Kecamatan Silaut," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya sertifikasi, penelitian hingga pengembangannya masyarakat yang membudidayakan tanaman itu bisa meraup pundi-pundi rupiah lebih banyak dari penjualannya jika dibandingkan dengan sebelumnya.***3***
"Pesisir Selatan memiliki dua varietas jengkol unggulan yakni bareh dan lokan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat, Jumsu Trisno di Painan, Sabtu.
Ia menambahkan, pengklaiman enaknya kedua varietas itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Dari peneletian itu diketahui kadar amilosa dan kadar kapur yang tergandung pada daging jengkol lebih unggul jika dibanding dengan jenis jengkol lain di Indonesia.
Selain itu, kedua varietas jengkol merupakan jenis jengkol yang pertama kali di sertifikasi di Indonesia.
Khusus kadar kapur yang ada pada jengkol bareh dan lokan berpotensi kecil membuat orang yang mengkosumsinya mengalami sakit perut.
Hanya saja katanya dari banyaknya jengkol jenis tersebut di Pesisir Selatan hanya dua batang saja yang dinilai unggul.
Kendati demikian saat ini Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat tengah mengembangkan kedua jenis itu.
"Sedikitnya sekitar 6.000 bibit dari jengkol kedua jenis itu telah ditanam di Kecamatan Silaut," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya sertifikasi, penelitian hingga pengembangannya masyarakat yang membudidayakan tanaman itu bisa meraup pundi-pundi rupiah lebih banyak dari penjualannya jika dibandingkan dengan sebelumnya.***3***
Pewarta : Didi Someldi
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanah Datar siapkan 2.000 hektare lahan kembangkan bawang merah, cabai, dan jengkol
05 October 2021 10:12 WIB, 2021
Inflasi Sumbar Mei 2021 0,19 persen, tiket pesawat dan jengkol jadi penyumbangnya
02 June 2021 14:34 WIB, 2021
Jengkol penyumbang inflasi, petai pemicu deflasi di Sumbar April 2021, berdasarkan catatan BPS
03 May 2021 16:09 WIB, 2021
Rekreasi dan jengkol jadi penyumbang inflasi di Sumbar pada awal 2021
01 February 2021 17:50 WIB, 2021
Pesisir Selatan kembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak se-Indonesia
19 September 2019 9:52 WIB, 2019