Dirjen: Jangan Tempatkan Industri di Lahan Basah
Selasa, 23 Oktober 2012 18:52 WIB
Bandung, (ANTARA) - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto mengingatkan pihak terkait jangan menempatkan industri dan investasi di lahan basah atau sawah karena akan mengganggu persediaan pangan di masa mendatang.
"Kalau lahan sawah habis jadi industri, mau dikasih makan apa anak-cucu kita nanti. Apa mau dikasih makan beras plastik atau beras analog, 'kan harus dikasih beras yang kualitasnya bagus," katanya kepada pers usai mencanangkan percepatan masa tanam padi di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Dia mengemukakan, alih fungsi lahan sawah harus dikendalikan sesegera mungkin karena terjadi terus-menerus sepanjang waktu dan merata di semua daerah. "Kita bukan menolak industri tetapi industri ditempatkan di lahan kering, jangan di lahan basah," katanya.
Dia menyatakan, sawah merupakan warisan leluhur dan harus dipertahankan, dilestarikan serta dilindungi. Hal itu sesuai dengan UU No.41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian.
Untuk melindungi dan mempertahankan lahan pertanian, selain dengan UU tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan 4 PP dan satu Permentan. Pihaknya juga mendeteksi pihak-pihak yang sering menjadi pemicu alih fungsi lahan dan pihak yang berjuang menentang alih fungsi lahan.
Mengenai data alih fungsi lahan, dia menjelaskan, sulit memperoleh datanya karena terus-menerus terjadi. "Angkanya bergerak terus, tiap lima menit bisa beda," katanya.
Di Jawa Tengah, menurut dia, rata-rata alih fungsi lahan terjadi pada lahan sawah seluas 10-15 hektare per tahun.
Namun, menurut dia, untuk menghilangkan sama sekali alih fungsi lahan sawah menjadi industri atau pemukiman juga tidak mungkin. Tetapi paling tidak alih fungsi lahan bisa dikendalikan dan angkanya diturunkan untuk menjaga stok pangan nasional.
"Bersamaan dengan hal itu dilakukan cetak sawah baru di luar Pulau Jawa," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNNK Pasaman Barat: Jangan percaya informasi bahwa narkotika menambah tenaga saat bekerja
23 November 2025 19:18 WIB
Jangan anggap enteng, ada risiko psikologis terlalu sering curhat dengan AI
24 October 2025 18:01 WIB
Kunjungi Polres Padang Panjang, Kapolda Sumbar ingatkan personil jangan menyakiti hati masyarakat
07 October 2025 17:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018