Banjir di Langkat, 775 rumah warga terdampak
Senin, 17 September 2018 6:54 WIB
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Darwin Fatir/ama/18.
Langkat, Sumut, (Antaranews Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan sebanyak 775 rumah terdampak banjir, termasuk persawahan dan juga tanggul mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Senin menjelaskan dampak banjir terparah berada di Kecamatan Stabat, Kecamatan Wampu dan Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Secanggang, akibat hujan deras yang terjadi yaitu tanah longsor dan pohon tumbang di Dusun V Desa Setungkit Kecamatan Wampu.
Sementara itu, juga terjadi meluapnya air sungai Kapal Keruk melintasi tanggul di Dusun V Desa Kepala Sungai Kecamatan Secanggang, di mana air merendam pemukiman warga di beberapa Dusun di Kecamatan Stabat, termasuk merendam 30 hektare persawahan yang ada, katanya.
Adapun kawasan yang terdampak banjir yaitu Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat berada di Dusun II sebanyak 75 rumah, persawahan lima hektare, Dusun III A sebanyak 80 rumah, Dusun III B sebanyak 67 unit rumah dan lima hektare persawahan.
Ada juga kawasan terdampak banjir yang berada di Dusun IV A sebanyak 150 rumah, enam hektare persawahan, Dusun IV B sebanyak 50 rumah dengan lima hektare persawahan, Dusun V sebanyak 190 rumah dan tiga hektare persawahan, Dusun VI sebanyak 175 rumah dan lima hektare persawahan, Desa Sudimulio 40 rumah, katanya.
Selain itu, Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan 20 rumah, Dusun Sukabeno Kecamatan Stabat dan tiga rumah yang beraad di bantaran sungai Wampu Kecamatan Stabat.
"BPBD juga sudah melakukan berbagai pembersihan termasuk menimbun tanggul yang bocor bersama dengan masyarakat sekitarnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi," katanya. (*)
Kepala Pelaksana Harian BPBD Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Senin menjelaskan dampak banjir terparah berada di Kecamatan Stabat, Kecamatan Wampu dan Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Secanggang, akibat hujan deras yang terjadi yaitu tanah longsor dan pohon tumbang di Dusun V Desa Setungkit Kecamatan Wampu.
Sementara itu, juga terjadi meluapnya air sungai Kapal Keruk melintasi tanggul di Dusun V Desa Kepala Sungai Kecamatan Secanggang, di mana air merendam pemukiman warga di beberapa Dusun di Kecamatan Stabat, termasuk merendam 30 hektare persawahan yang ada, katanya.
Adapun kawasan yang terdampak banjir yaitu Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat berada di Dusun II sebanyak 75 rumah, persawahan lima hektare, Dusun III A sebanyak 80 rumah, Dusun III B sebanyak 67 unit rumah dan lima hektare persawahan.
Ada juga kawasan terdampak banjir yang berada di Dusun IV A sebanyak 150 rumah, enam hektare persawahan, Dusun IV B sebanyak 50 rumah dengan lima hektare persawahan, Dusun V sebanyak 190 rumah dan tiga hektare persawahan, Dusun VI sebanyak 175 rumah dan lima hektare persawahan, Desa Sudimulio 40 rumah, katanya.
Selain itu, Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan 20 rumah, Dusun Sukabeno Kecamatan Stabat dan tiga rumah yang beraad di bantaran sungai Wampu Kecamatan Stabat.
"BPBD juga sudah melakukan berbagai pembersihan termasuk menimbun tanggul yang bocor bersama dengan masyarakat sekitarnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi," katanya. (*)
Pewarta : H.Imam Fauzi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumbar: jembatan bailey bantu memperlancar aktivitas warga terdampak bencana
07 March 2026 4:04 WIB
Pemerintah terus upayakan atasi banjir di Padang Pariaman akibat luapan sungai
01 March 2026 19:13 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB