Pariaman lestarikan kuliner sate dan sala
Minggu, 19 Agustus 2018 8:51 WIB
Salah seorang peserta sedang mempersiapkan kuliner sate pada kegiatan Pariaman Expo 2018. (AntaraSumbar/Ist)
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat melestarikan kuliner asli daerah seperti sate dan sala lewat kegiatan Pariaman Expo yang dihelat 11 hingga 19 Agustus 2018.
"Kuliner daerah harus tetap dilestarikan agar keberadaannya tetap menjadi salah satu masakan khas nusantara asli Pariaman," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Minggu.
Total terdapat 11 tim yang mengikuti lomba memasak sate dan sala pada kegiatan Pariaman Expo dengan melibatkan para pelaku usaha kuliner setempat.
Pihaknya mengatakan target dari kegiatan tersebut tidak hanya mencari pemenang lomba, namun lebih kepada upaya mempertahankan dan terus mengenalkan berbagai makanan khas daerah.
Bahkan katanya, dalam upaya mempromosikan kuliner asli daerah itu, pemerintah daerah telah mengikutsertakan sate Pariaman pada kegiatan Kuliner Nusantara di Jakarta pada 2017.
Secara umum para pelaku kuliner sate maupun sala di Pariaman dinilainya masih belum memiliki tempat berdagang yang tergolong representatif.
Hal tersebut ujarnya, perlu menjadi perhatian oleh para pelaku usaha dalam memasarkan berbagai masakan khas daerah itu.
"Jika dibandingkan Sate Mak Sukur yang di Padang Panjang lebih memiliki tempat representatif, sementara di Pariaman masih belum maksimal," katanya.
Padahal ujar dia, soal cita rasa sate di Pariaman juga tergolong lezat jika dibandingkan dengan daerah lain hanya saja belum memiliki tempat yang representatif.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora menilai berbagai kuliner asli daerah itu seperti sate dan sala perlu tetap dipertahankan.
Apalagi katanya, sala dan sate merupakan makanan khas daerah yang sudah dikenal luas masyarakat sehingga dapat terus menjadi ikon kuliner khususnya di Pariaman.
Namun pihaknya juga menyarankan agar para pelaku usaha kuliner di Pariaman agar tetap memperhatikan kebersihan, kerapian serta perilaku ramah dalam melayani konsumen.
Kemudian terkait harga ujarnya, para pelaku usaha sate maupun sala dan umumnya kuliner setempat juga diminta agar tidak menjual dengan harga berlebihan untuk menghindari kerugian konsumen.
"Kuliner daerah harus tetap dilestarikan agar keberadaannya tetap menjadi salah satu masakan khas nusantara asli Pariaman," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Minggu.
Total terdapat 11 tim yang mengikuti lomba memasak sate dan sala pada kegiatan Pariaman Expo dengan melibatkan para pelaku usaha kuliner setempat.
Pihaknya mengatakan target dari kegiatan tersebut tidak hanya mencari pemenang lomba, namun lebih kepada upaya mempertahankan dan terus mengenalkan berbagai makanan khas daerah.
Bahkan katanya, dalam upaya mempromosikan kuliner asli daerah itu, pemerintah daerah telah mengikutsertakan sate Pariaman pada kegiatan Kuliner Nusantara di Jakarta pada 2017.
Secara umum para pelaku kuliner sate maupun sala di Pariaman dinilainya masih belum memiliki tempat berdagang yang tergolong representatif.
Hal tersebut ujarnya, perlu menjadi perhatian oleh para pelaku usaha dalam memasarkan berbagai masakan khas daerah itu.
"Jika dibandingkan Sate Mak Sukur yang di Padang Panjang lebih memiliki tempat representatif, sementara di Pariaman masih belum maksimal," katanya.
Padahal ujar dia, soal cita rasa sate di Pariaman juga tergolong lezat jika dibandingkan dengan daerah lain hanya saja belum memiliki tempat yang representatif.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora menilai berbagai kuliner asli daerah itu seperti sate dan sala perlu tetap dipertahankan.
Apalagi katanya, sala dan sate merupakan makanan khas daerah yang sudah dikenal luas masyarakat sehingga dapat terus menjadi ikon kuliner khususnya di Pariaman.
Namun pihaknya juga menyarankan agar para pelaku usaha kuliner di Pariaman agar tetap memperhatikan kebersihan, kerapian serta perilaku ramah dalam melayani konsumen.
Kemudian terkait harga ujarnya, para pelaku usaha sate maupun sala dan umumnya kuliner setempat juga diminta agar tidak menjual dengan harga berlebihan untuk menghindari kerugian konsumen.
Pewarta : Zulfikar
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pedagang sala di objek wisata Pariaman tetap berjualan meski wisatawan sepi
23 November 2022 15:20 WIB, 2022
Pedagang sala di objek wisata Pariaman pertahankan kualitas meski minyak goreng mahal
24 March 2022 14:08 WIB, 2022
Pedagang Sala Lauak Pariaman alami penurunan omzet pasca-mewabahnya COVID-19
26 March 2020 17:22 WIB, 2020
Pedagang sambut baik rencana membuat kemasan khusus oleh-oleh Sala Lauak
23 July 2019 14:13 WIB, 2019