Ini pesan Kepala BNPT kepada mahasiswa baru Unand dan UNP
Kamis, 9 Agustus 2018 6:22 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius. (cc)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan mahasiswa baru harus dibentengi dari pengaruh radikalisme.
"Bila tidak dibentengi, para generasi penerus bangsa ini bisa saja terjerumus ke dalam paham-paham yang merusak," kata Kepala BNPT dikutip dari siaran pers.
Berbicara di depan 5.800 mahasiswa baru di Universitas Andalas (Unand) dan 3.000 lebih mahasiswa baru di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8), Suhardi mengatakan mahasiswa baru merupakan anak-anak muda pada usia yang menjadi sasaran propaganda kelompok radikal.
"Anak-anak muda masih labil, rasa ingin tahunya tinggi sehingga jadi sasaran 'brain washing'. Kalian harus hati-hati," kata Suhardi.
Menurut dia perlu ada program khusus pada masa orientasi mahasiswa baru berupa penguatan jiwa nasionalisme dan pembekalan terhadap paham radikal.
"Radikal yang saya maksud adalah yang anti-NKRI, anti-Pancasila, intoleran, dan penyebar paham takfiri yang suka mengafir-kafirkan orang. Ini yang sangat berbahaya dan harus dilawan," katanya.
Semua perguruan tinggi harus mengalokasikan pola untuk mengundang narasumber guna memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus, kata Suhardi. (*)
"Bila tidak dibentengi, para generasi penerus bangsa ini bisa saja terjerumus ke dalam paham-paham yang merusak," kata Kepala BNPT dikutip dari siaran pers.
Berbicara di depan 5.800 mahasiswa baru di Universitas Andalas (Unand) dan 3.000 lebih mahasiswa baru di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8), Suhardi mengatakan mahasiswa baru merupakan anak-anak muda pada usia yang menjadi sasaran propaganda kelompok radikal.
"Anak-anak muda masih labil, rasa ingin tahunya tinggi sehingga jadi sasaran 'brain washing'. Kalian harus hati-hati," kata Suhardi.
Menurut dia perlu ada program khusus pada masa orientasi mahasiswa baru berupa penguatan jiwa nasionalisme dan pembekalan terhadap paham radikal.
"Radikal yang saya maksud adalah yang anti-NKRI, anti-Pancasila, intoleran, dan penyebar paham takfiri yang suka mengafir-kafirkan orang. Ini yang sangat berbahaya dan harus dilawan," katanya.
Semua perguruan tinggi harus mengalokasikan pola untuk mengundang narasumber guna memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus, kata Suhardi. (*)
Pewarta : Sigit Pinardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Boy Rafli Amar ditunjuk sebagai Kepala BNPT menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius
01 May 2020 13:09 WIB, 2020
Istri narapidana terorisme Umar Patek resmi jadi WNI, ini pertimbangannya
20 November 2019 19:07 WIB, 2019
Debat Capres - BNPT beri masukan kepada Jokowi soal penanganan terorisme
17 January 2019 15:34 WIB, 2019
Cegah radikalisme, BNPT imbau kampus sering berkomunikasi dengan mahasiswa
27 August 2018 20:23 WIB, 2018
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB