DPR RI sosialisasi Germas di Solok Selatan
Selasa, 7 Agustus 2018 16:33 WIB
Anggota komisi IX DPR RI memberikan penjelasan terkait Germas kepada masyarakat dan ASN, di Solok Selatan, Selasa. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)
Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Anggota Komis IX DPR RI Suir Syam melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa.
"Germas perlu disosialisasikan karena masyarakat tambah banyak, rumah sakit makin penuh sehingga uang negara habis untuk pembiayaan dan imbasnya masyarakat miskin makin bertambah," katanya di Padang Aro.
Menurutnya sosialisasi Germas ini harus dilaksanakan sebab pola penyakit sekarang sudah berubah dari yang menular ke tidak menular seperti darah tinggi, stroke, kanker, serangan jantung yang sangat berbahaya.
Dia menjelaskan, penyakit tidak menular ini biaya pengobatannya sangat besar. Contoh sakit jantung untuk pasang satu cincin saja butuh biaya ratusan juta rupiah.
Penyakit jantung dan kanker, katanya, bisa terjadi karena pola makan masyarakat yang kurang mengonsumsi buah dan sayur.
Germas itu ada beberapa indikator yaitu harus dilakukan oleh masyarakat yang pertama olah raga. "Kalau petani rasanya sudah cukup tetapi bagi ASN yang banyak duduk harus diseimbangkan minimal 30 menit dalam sehari berolah raga," katanya.
Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan secara teratur kalau ini dilakukan, maka jika ada gejala penyakit bisa segera didateksi dan diobati dengan biaya yang lebih murah.
Seterusnya setiap rumah harus memiliki jamban sehat dan ini sudah lama di Programkan oleh Pemprov Sumbar.
Yang paling susah dilaksanakan, katanya, adalah menghentikan kebiasaan merokok yang dampak negatifnya sangat banyak bukan hanya pada perokoknya tapi juga masyarakat disekitarnya.
"Saya pernah berkunjung ke pabrik rokok dan seluruh karyawannya dilarang merokok karena berbahaya tetapi kenapa kita menghisapnya setiap hari," ujarnya.
Dia berharap, perokok harus berusaha berhenti merokok dan kalaupun belum bisa jangan merokok didekat anak.
"Dampak merokok dekat anak bisa menghambat pertumbuhannya terganggu dan perkembangan otaknya juga terganggu," ujarnya.
Pelaksana harian Sekretaris daerah Solok Selatan Fidel Efendi mengatakan, Peserta sosialisasi harus bisa mempraktekkan dan mengajak masyarakat disekitar untuk berprilaku hidup sehat.
"Peserta harus bisa menerapkan pola hidup sehat setelah sosialisasi jangan abaikan apa yang disampaikan narasumbernya," katanya.
Dia mengatakan, Kalau tahun 90 an Ispa dan diare menjadi penyakit terbesar penyebab kematian tetapi sekarang struk, jantung, darah tinggi menjadi yang terbesar.
"Dengan germas diharapkan meningkatkan gaya hidup masyarakat dengan beraktifitas secara teratur, cek kesehatan secara rutin, istirahat yang cukup dan pengendalian stress," ujarnya. (*)
"Germas perlu disosialisasikan karena masyarakat tambah banyak, rumah sakit makin penuh sehingga uang negara habis untuk pembiayaan dan imbasnya masyarakat miskin makin bertambah," katanya di Padang Aro.
Menurutnya sosialisasi Germas ini harus dilaksanakan sebab pola penyakit sekarang sudah berubah dari yang menular ke tidak menular seperti darah tinggi, stroke, kanker, serangan jantung yang sangat berbahaya.
Dia menjelaskan, penyakit tidak menular ini biaya pengobatannya sangat besar. Contoh sakit jantung untuk pasang satu cincin saja butuh biaya ratusan juta rupiah.
Penyakit jantung dan kanker, katanya, bisa terjadi karena pola makan masyarakat yang kurang mengonsumsi buah dan sayur.
Germas itu ada beberapa indikator yaitu harus dilakukan oleh masyarakat yang pertama olah raga. "Kalau petani rasanya sudah cukup tetapi bagi ASN yang banyak duduk harus diseimbangkan minimal 30 menit dalam sehari berolah raga," katanya.
Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan secara teratur kalau ini dilakukan, maka jika ada gejala penyakit bisa segera didateksi dan diobati dengan biaya yang lebih murah.
Seterusnya setiap rumah harus memiliki jamban sehat dan ini sudah lama di Programkan oleh Pemprov Sumbar.
Yang paling susah dilaksanakan, katanya, adalah menghentikan kebiasaan merokok yang dampak negatifnya sangat banyak bukan hanya pada perokoknya tapi juga masyarakat disekitarnya.
"Saya pernah berkunjung ke pabrik rokok dan seluruh karyawannya dilarang merokok karena berbahaya tetapi kenapa kita menghisapnya setiap hari," ujarnya.
Dia berharap, perokok harus berusaha berhenti merokok dan kalaupun belum bisa jangan merokok didekat anak.
"Dampak merokok dekat anak bisa menghambat pertumbuhannya terganggu dan perkembangan otaknya juga terganggu," ujarnya.
Pelaksana harian Sekretaris daerah Solok Selatan Fidel Efendi mengatakan, Peserta sosialisasi harus bisa mempraktekkan dan mengajak masyarakat disekitar untuk berprilaku hidup sehat.
"Peserta harus bisa menerapkan pola hidup sehat setelah sosialisasi jangan abaikan apa yang disampaikan narasumbernya," katanya.
Dia mengatakan, Kalau tahun 90 an Ispa dan diare menjadi penyakit terbesar penyebab kematian tetapi sekarang struk, jantung, darah tinggi menjadi yang terbesar.
"Dengan germas diharapkan meningkatkan gaya hidup masyarakat dengan beraktifitas secara teratur, cek kesehatan secara rutin, istirahat yang cukup dan pengendalian stress," ujarnya. (*)
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terus masih dalami kasus pesta seks sesama jenis di Jakarta Selatan
04 February 2025 10:04 WIB, 2025
Gelar sosialisasi penurunan stunting, Suir Syam : pencegahan ini tanggungjawab semua pihak
05 September 2023 17:27 WIB, 2023
DPR-RI sosialisasikan kepesertaan BPJAMSOSTEK bagi tenaga kerja informal
26 October 2022 15:56 WIB, 2022
Anggota DPR RI bantu paket makanan tambahan atasi stunting di Padang Panjang
13 January 2022 13:06 WIB, 2022
Pasien COVID-19 ke-11 di Kabupaten Solok masih klaster pasien DY asal Nagari Sulit Air
16 July 2020 7:00 WIB, 2020