Unand tuan rumah pertemuan ilmiah tahunan riset kebencanaan
Rabu, 2 Mei 2018 11:32 WIB
Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan kelima Dr Febrin Anas Ismail menyampaikan laporan dalam kegiatan yang dihelat di Padang, Rabu (2/5). (Antara Sumbar/MR Denya Utama)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar menjadi tuan rumah kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan kelima riset kebencanaan 2 hingga 3 Mei 2018.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan ratusan peneliti terkait kebancanaan, sekaligus menemukan solusinya dalam mitigasi," kata ketua panitia Dr Febrin Anas Ismail dalam pembukaan di Padang, Rabu.
Dia menyebutkan pertemuan ini dilaksanakan dalam beberapa kegiatan antara lain pertemuan, seminar, lomba karya ilmiah, pameran dan tur Geo Park.
Latar belakang kegiatan diadakan di Unand atau Sumbar karena wilayah tersebut memiliki potensi ancaman dari gempa dan tsunami.
Kegiatan ini telah dibuka sejak Maret dan April 2018 dengan mengadakan lomba karya tulis mahasiswa yang tercatat diikuti oleh 80 makalah.
Kemudian ada lomba ikan larangan sebagai upaya mempertahankan kearifan lokal dari sumber daya air serta lomba rumah aman gempa yang diikuti oleh sepuluh finalis.
Kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan peresmian Taman Edukasi Bencana di Padang yang telah dilaksanakan 1 Mei 2018 lalu oleh Kepala BNPB nasional.
Kemudian pertemuan yang diikuti oleh ratusan peneliti nasional dan internasional hari ini.
Dan keesokan harinya juga dilaksanakan seminar nasional yang melibatkan 140 lebih makalah internasional dan 73 makalah nasional.
Khusus makalah internasional akan dikumpulkan dalam satu jurnal prosiding internasional berindeks scopus.
Kemudian pada waktu yang sama dilaksanakan pameran kebencanaan di Masjid Raya Sumbar, dan perjalanan ke Ngarai Sianok terkait geopark.
Dalam kegiatan ini juga diberikan Life Time Achievement Award kepada Wapres Jusuf Kalla atas jasanya dalam siaga kebencanaan.
Tercatat kata dia ada 30 capaian Wapres dalam penanggulangan bencana alam dan sosial.
Sebelum di Unand ujar Febrin, pertemuan dilaksanakan antara lain di ITB, IPB dan UGM.
Sementara itu Gubernur Irwan Prayitno berharap pertemuan ini menemukan solusi untuk mitigasi bencana di Indonesia.
Terlebih jumlah peserta yang banyak tentu akan banyak juga pemikiran tentang penelitian kebencanaan di dunia.
Pada pertemuan yang dipusatkan di Convention Hall Unand tersebut dihadiri dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, Kepala BNPB, dan pejabat teras pemerintahan di Sumbar. (*)
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan ratusan peneliti terkait kebancanaan, sekaligus menemukan solusinya dalam mitigasi," kata ketua panitia Dr Febrin Anas Ismail dalam pembukaan di Padang, Rabu.
Dia menyebutkan pertemuan ini dilaksanakan dalam beberapa kegiatan antara lain pertemuan, seminar, lomba karya ilmiah, pameran dan tur Geo Park.
Latar belakang kegiatan diadakan di Unand atau Sumbar karena wilayah tersebut memiliki potensi ancaman dari gempa dan tsunami.
Kegiatan ini telah dibuka sejak Maret dan April 2018 dengan mengadakan lomba karya tulis mahasiswa yang tercatat diikuti oleh 80 makalah.
Kemudian ada lomba ikan larangan sebagai upaya mempertahankan kearifan lokal dari sumber daya air serta lomba rumah aman gempa yang diikuti oleh sepuluh finalis.
Kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan peresmian Taman Edukasi Bencana di Padang yang telah dilaksanakan 1 Mei 2018 lalu oleh Kepala BNPB nasional.
Kemudian pertemuan yang diikuti oleh ratusan peneliti nasional dan internasional hari ini.
Dan keesokan harinya juga dilaksanakan seminar nasional yang melibatkan 140 lebih makalah internasional dan 73 makalah nasional.
Khusus makalah internasional akan dikumpulkan dalam satu jurnal prosiding internasional berindeks scopus.
Kemudian pada waktu yang sama dilaksanakan pameran kebencanaan di Masjid Raya Sumbar, dan perjalanan ke Ngarai Sianok terkait geopark.
Dalam kegiatan ini juga diberikan Life Time Achievement Award kepada Wapres Jusuf Kalla atas jasanya dalam siaga kebencanaan.
Tercatat kata dia ada 30 capaian Wapres dalam penanggulangan bencana alam dan sosial.
Sebelum di Unand ujar Febrin, pertemuan dilaksanakan antara lain di ITB, IPB dan UGM.
Sementara itu Gubernur Irwan Prayitno berharap pertemuan ini menemukan solusi untuk mitigasi bencana di Indonesia.
Terlebih jumlah peserta yang banyak tentu akan banyak juga pemikiran tentang penelitian kebencanaan di dunia.
Pada pertemuan yang dipusatkan di Convention Hall Unand tersebut dihadiri dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, Kepala BNPB, dan pejabat teras pemerintahan di Sumbar. (*)
Pewarta : M. R. Denya Utama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Legisator minta pemerintah antisipasi bencana susulan di Sumatera, termasuk Sumbar
26 December 2025 21:22 WIB
Wako Solok presentasikan langsung kebutuhan peralatan penanganan kebencanaan di BNPB RI
31 October 2025 16:16 WIB
Kesiapsiagaan Kamtibmas dan Kebencanaan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat Padang Panjang
22 September 2025 17:06 WIB
Pemkot Padang fasilitasi rakor kebencanaan, pemerintah daerah-Korem 032/Wb samakan persepsi
24 June 2025 17:55 WIB
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB