Partisipasi pemilih Pilkada Padang diprediksi cuma 50 persen
Selasa, 10 April 2018 17:04 WIB
Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Dr Asrinaldi. (Antara Sumbar/Novia Harlina)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Asrinaldi memprediksi tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Padang 2018 hanya 50 - 55 persen.
"Kalau kondisinya tetap seperti ini, adem ayem, angkanya sekitar segitu. Tapi kalau ada upaya khusus untuk sosialisasi, bisa 55-60 persen," kata dia di Padang, Selasa.
Ia mengatakan itu terkait tahapan Pilkada yang terkesan tidak bergairah karena makin ketatnya aturan terutama soal sosialisasi.
Kecenderungan masyarakat Padang untuk memberikan hak pilih masih tergolong rendah. Putaran pertama Pilkada Padang pada 30 Oktober 2013, partisipasi pemilih hanya 57,7 dan menurun pada putaran kedua menjadi 53,6 persen.
Angka itu jauh dari target KPU secara nasional yaitu 77, 5 persen.
KPU sebagai penyelenggara menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk meningkatkan partisipasi pemilih itu.
Saat ini ia menilai upaya yang dilakukan oleh KPU belum maksimal. Jika terus begitu partisipasi pemilih dipastikan turun pada Pilkada 2018.
Ketua KPU Padang Muhammad Sawati mengakui sangat berat untuk bisa mencapai target nasional, apalgi jika bercermin dari pelaksanaan Pilkada 2013.
Namun ia optimis angkanya bisa mencapai 70 persen dengan dukungan semua pihak.
"Kita sendiri dari KPU melakukan sosialisasi di semua lini baik melalui APK maupun langsung pada masyarakat," katanya.
KPU menyasar tokoh masyarakat dan generasi muda agar tingkat partisipasi bisa meningkat.
Bahkan relawan demokrasi yang terdiri dari 20 orang siap diterjunkan untuk mensosialisasikan Pilkada ke tengah masyarakat.
Selain itu kegiatan seperti gerak jalan dan kesenian juga digelar dalam rangka sosialisasi.
Ia juga mengapresiasi peran Pemerintah Kota Padang yang ikut mensosialisasikan Pilkada di 11 kecamatan di daerah itu.
Pasangan calon juga diharapkan bisa memanfaatkan masa kampanye secara maksimal.
"Kalau kondisinya tetap seperti ini, adem ayem, angkanya sekitar segitu. Tapi kalau ada upaya khusus untuk sosialisasi, bisa 55-60 persen," kata dia di Padang, Selasa.
Ia mengatakan itu terkait tahapan Pilkada yang terkesan tidak bergairah karena makin ketatnya aturan terutama soal sosialisasi.
Kecenderungan masyarakat Padang untuk memberikan hak pilih masih tergolong rendah. Putaran pertama Pilkada Padang pada 30 Oktober 2013, partisipasi pemilih hanya 57,7 dan menurun pada putaran kedua menjadi 53,6 persen.
Angka itu jauh dari target KPU secara nasional yaitu 77, 5 persen.
KPU sebagai penyelenggara menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk meningkatkan partisipasi pemilih itu.
Saat ini ia menilai upaya yang dilakukan oleh KPU belum maksimal. Jika terus begitu partisipasi pemilih dipastikan turun pada Pilkada 2018.
Ketua KPU Padang Muhammad Sawati mengakui sangat berat untuk bisa mencapai target nasional, apalgi jika bercermin dari pelaksanaan Pilkada 2013.
Namun ia optimis angkanya bisa mencapai 70 persen dengan dukungan semua pihak.
"Kita sendiri dari KPU melakukan sosialisasi di semua lini baik melalui APK maupun langsung pada masyarakat," katanya.
KPU menyasar tokoh masyarakat dan generasi muda agar tingkat partisipasi bisa meningkat.
Bahkan relawan demokrasi yang terdiri dari 20 orang siap diterjunkan untuk mensosialisasikan Pilkada ke tengah masyarakat.
Selain itu kegiatan seperti gerak jalan dan kesenian juga digelar dalam rangka sosialisasi.
Ia juga mengapresiasi peran Pemerintah Kota Padang yang ikut mensosialisasikan Pilkada di 11 kecamatan di daerah itu.
Pasangan calon juga diharapkan bisa memanfaatkan masa kampanye secara maksimal.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kenapa 27 Agustus 2025, jadi hari libur bagi ASN dan Non ASN Pangkalpinang dan Bangka?
27 August 2025 9:30 WIB
Bawaslu Dharmasraya gelar penguatan kelembagaan hadapi pemisahan jadwal pemilu-pilkada
07 August 2025 21:00 WIB
Terpopuler - Fokus Pilkada
Lihat Juga
Pemkab Pasaman Barat tegaskan pelaksanaan pemilihan wali nagari secara e-voting
18 November 2025 19:02 WIB
Kenapa 27 Agustus 2025, jadi hari libur bagi ASN dan Non ASN Pangkalpinang dan Bangka?
27 August 2025 9:30 WIB
Meski kalah PSU, pasangan Nanik-Suyatni unggul tipis dari total suara Pilkada Magetan
23 March 2025 6:42 WIB
Terbuka kemungkinan pembekalan untuk wakil kepala daerah, Khofifah meminta
16 February 2025 18:10 WIB