Jerman Peringatkan "Perang Mata Uang"
Jumat, 15 Februari 2013 18:33 WIB
Berlin, (Antara/AFP) - Menteri Keuangan Jerman, Jumat, memperingatkan bahaya intervensi negara di pasar valuta asing, saat para pejabat utama dari kelompok 20 bertemu di tengah kekhawatiran "perang mata uang".
Berbicara ketika pertemuan G20 dibuka di Moskow, Wolfgang Schaeuble mengatakan kepada radio Jerman: "Kami tidak ingin intervensi negara dalam nilai tukar. Kami ingin nilai tukar ditentukan oleh pasar."
"Saya sebenarnya sangat yakin, itu juga akan menjadi posisi bersama dari semua negara-negara G20 di Moskow," tambah Schaeuble dalam sebuah wawancara pada Inforadio Jerman.
Pertemuan para menteri keuangan G20 diperkirakan akan didominasi oleh keputusan kontroversial bank sentral Jepang untuk "pelonggaran moneter" guna meningkatkan ekonominya, yang juga memiliki pengaruh melemahkan yen di pasar.
Kelompok Tujuh (G7) negara terkaya di dunia -- termasuk Jepang -- pada Selasa mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pasar dengan menyatakan komitmen terhadap "nilai tukar ditentukan pasar".
Tetapi seorang pejabat keuangan Eropa yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan bahwa Jepang sedang "tidak jelas."
"Semua orang memahami bahwa pesan ini ditujukan kepada Tokyo karena idak menghormati aturan permainan kolektif."
Schaeuble juga meminta sesama menteri keuangan untuk melanjutkan upaya mengatasi gunung utang dan defisit yang memicu krisis terbaru.
"Kami di Jerman -- dan juga di Eropa -- telah menunjukkan bahwa ini adalah jalan yang tepat," tegas menteri. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026