Legislator Nilai Keputusan Ibas Adalah Sikap "Gentle"
Jumat, 15 Februari 2013 7:23 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua DPR RI Muhammad Shohibul Iman menilai keputusan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mundur dari anggota DPR RI adalah sikap yang "gentle".
"Keputusan Ibas mundur sangat mendadak dan mengejutkan banyak pihak, termasuk para anggota Dewan," kata Shohibul Iman pada diskusi "Bersih Bersih Parpol" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.
Menurut Shohibul Iman, langkah Ibas adalah hak konstitusional dari seorang anggota DPR RI.
"Saya menghormati keputusan saudara Ibas dan memberi apresiasi sebagai sikap yang 'gentle'," katanya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggantikan Anis Matta sebagai Wakil Ketua DPR RI ini menyatakan bisa memahami alasan Ibas mundur karena tugas-tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal di sebuah partai politik besar sangat berat.
Apalagi, kata dia, menghadapi pemilu 2014 yang hanya tinggal satu setengah tahun lagi.
Namun, di sisi lain, Shohibul Iman juga mengkritik Ibas yang dinilai agak terlambat menyadari bahwa merangkap tugas sebagai sekretaris jenderal partai politik dan sebagai anggota DPR RI itu sangat berat.
Menurut dia, jika putra Presiden Yudhoyono itu merasa merangkap jabatan sangat berat, mengapa tidak mundur dari anggota DPR RI setelah terpilih sebagai Sekjen Partai Demokrat.
"Seharusnya Ibas bisa memprediksi dan mengukur beban tugasnya sejak awal menduduki jabatan Sekjen. Kenapa baru sadar sekarang, setelah beberapa tahun jadi anggota," katanya.
Iman mencontohkan Anis Matta segera mundur dari anggota DPR RI setelah terpilih menjadi Presiden PKS, hal itu adalah sikap yang bijak mengingat beratnya tugas partai.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mundur dari anggota DPR RI terhitung mulai Kamis ini.
Edhie Baskoro mundur dengan alasan ingin lebih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal di Partai Demokrat yang selama satu setengah tahun ke depan tugas dan tantangannya akan semakin berat.
"Tugas-tugas sebagai Sekjen akan semakin banyak menyita waktu dan energi saya," katanya.
Karena itu, jika dirinya tidak mundur dari anggota DPR RI maka tugasnya sebagai Sekjen Partai Demokrat maupun sebagai anggota DPR RI tidak akan optimal.
Pada kesempatan tersebit, Ibas juga mengucapkan terima kasih kepada para koleganya di DPR RI yang telah bekerja sama selama ini serta meminta maaf jika ada perilaku yang kurang berkenan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Masyarakat nilai pelayanan pertanahan Kementerian ATR/BPN semakin cepat dan informatif
22 January 2026 13:22 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018