Legislator : Usaha Daring Pengaruhi Jumlah Penganggur
Rabu, 8 November 2017 19:03 WIB
Ilustrasi - Daring (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Anggota DPRD Sumatera Barat Mockhlasin menilai maraknya usaha dalam jaringan (daring) yang terjadi akhir-akhir ini mempengaruhi jumlah penganggur daerah itu karena berkurangnya omset perusahaan ritel.
"Perusahaan ritel menyerap tenaga kerja cukup banyak, apabila bisnis mereka turun tentu akan berdampak langsung terhadap jumlah penganggur," kata dia saat dihubungi dari Padang, Rabu.
Menurutnya saat ini penjualan daring sedang bergairah dan berpengaruh terhadap omset sejumlah perusahaan ritel. Penurunan omset yang didapatkan perusahaan dapat berdampak terhadap meningkatnya angka penganggur.
Solusinya adalah perusahaan ritel harus melakukan inovasi agar terus bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi berupa kemudahan terhadap pengembangan ritel di Sumbar.
"Kemudahan tersebut akan menarik investasi dan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Sumbar," kata dia.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar Nofrizon menyatakan pemerintah belum optimal memberi peluang investasi terutama di bidang industri yang mampu menyerap ribuan ternaga kerja.
Selain itu pemda sebaiknya melakukan pemetaan dan menghitung potensi serapan tenaga kerja di seluruh kota dan kabupaten di Sumbar sebagai bentuk perencanaan daerah.
"Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dalam hal ini pemerintah harus dapat membaca dan memetakan potensi tersebut dalam penyerapan tenaga kerja," ujar dia.
Menurutnya hal tersebut harus menjadi prioritas daerah jika memang ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Pemerintah harus terlibat aktif dalam membuka investasi di Sumbar, berikan kemudahan yang sesuai dengan aturan yang ada kepada para investor untuk mendirikan usaha mereka di daerah ini," kata dia. (*)
"Perusahaan ritel menyerap tenaga kerja cukup banyak, apabila bisnis mereka turun tentu akan berdampak langsung terhadap jumlah penganggur," kata dia saat dihubungi dari Padang, Rabu.
Menurutnya saat ini penjualan daring sedang bergairah dan berpengaruh terhadap omset sejumlah perusahaan ritel. Penurunan omset yang didapatkan perusahaan dapat berdampak terhadap meningkatnya angka penganggur.
Solusinya adalah perusahaan ritel harus melakukan inovasi agar terus bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi berupa kemudahan terhadap pengembangan ritel di Sumbar.
"Kemudahan tersebut akan menarik investasi dan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Sumbar," kata dia.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar Nofrizon menyatakan pemerintah belum optimal memberi peluang investasi terutama di bidang industri yang mampu menyerap ribuan ternaga kerja.
Selain itu pemda sebaiknya melakukan pemetaan dan menghitung potensi serapan tenaga kerja di seluruh kota dan kabupaten di Sumbar sebagai bentuk perencanaan daerah.
"Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dalam hal ini pemerintah harus dapat membaca dan memetakan potensi tersebut dalam penyerapan tenaga kerja," ujar dia.
Menurutnya hal tersebut harus menjadi prioritas daerah jika memang ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Pemerintah harus terlibat aktif dalam membuka investasi di Sumbar, berikan kemudahan yang sesuai dengan aturan yang ada kepada para investor untuk mendirikan usaha mereka di daerah ini," kata dia. (*)
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 WNA kendalikan sindikat judi daring di Bali, patroli siber Polisi bongkar jaringannya
07 February 2026 14:16 WIB
Tinjau IPA PDAM dengan Menteri PU, Wako Fadly Amran sampaikan progres perbaikan intake dan jaringan perpipaan PDAM serta usulan 200 sumur bor komunal
30 January 2026 15:59 WIB
Polri bantu perbaikan pipa jaringan Pamsimas bagi 350 sambungan di Maninjau Agam
28 January 2026 14:50 WIB
Perluas jaringan ke Padang, Dovlower buktikan usaha papan bunga berkembang pesat di Sumbar
20 January 2026 11:22 WIB
Padang Pariaman dapat bantuan Rp133 miliar atasi jaringan air rusak akibat bencana
30 December 2025 16:48 WIB
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Sambut Pergantian Tahun Pemerintah Pesisir Selatan Gelar Zikir Akbar
31 December 2017 15:34 WIB, 2017