Pasukan Prancis Jinakkan Bom 600 Kg di Mali Utara
Kamis, 14 Februari 2013 3:19 WIB
Gao, Mali, (Antara/AFP) - Pasukan Prancis hari Rabu menjinakkan sebuah bom rakitan seberat 600 kilogram di pusat Gao, kota terbesar di Mali utara yang menjadi sasaran serangan militan dalam beberapa hari terakhir ini.
Bom itu, yang terbuat dari empat tong logam berisi peledak dengan kabel penghubung, berada di halaman sebuah rumah yang ditinggalkan, bersama sejumlah peluru senjata mesin berat di tanah berdekatan dan beberapa bom lebih kecil di dalam bangunan tersebut, kata seorang koresponden AFP.
Bom itu berada di sana sejak setidaknya Senin, kata wartawan itu. Lokasinya berada di dekat sebuah hotel dimana puluhan wartawan asing tinggal.
Dalam beberapa hari ini, Gao dilanda serangkaian serangan yang diklaim oleh kelompok garis keras Gerakan Keesaan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO), yang menguasai kota itu setelah kudeta militer pada Maret tahun lalu.
Gerilyawan MUJAO melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri pada Jumat dan Sabtu, kemudian menembaki pasukan Mali dari dalam kantor polisi pusat yang ditinggalkan pada Minggu, yang menyulut bentrokan di jalan yang berlangsung selama beberapa jam.
Sebuah helikopter serang Prancis menghancurkan kantor polisi itu dalam serangan pada Senin pagi.
MUJAO mengklaim bahwa anggota-anggotanya masih berada di Gao dan berjanji akan melancarkan serangan-serangan lebih lanjut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018