Simpang Empat, (Antara Sumbar) -  Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) satu minggu terakhir mulai langka.


         "Benar, kita kesulitan memperoleh BBM jenis premium di SPBU. Karena kita butuh maka terpaksa membelinya di kios-kios minyak," kata salah seorang pengendara, Anto di Simpang Empat, Selasa.


          Kelangkaan jenis premium khususnya sangat dirasakan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.


          Kelangkaan itu diduga berkurangnya jumlah pasokan premium dari pertamina kepada SPBU. Sementara hingga hari ini masih banyak masyarakat yang fanatik dan terus menggunakan premium untuk kendaraan mereka.


           Akibatnya stok premium yang dijatah satu kali dalam dua hari untuk SPBU tersebut terus habis dalam waktu cepat karena ratusan pengendara terus mengantri untuk mengisi premium saat SPBU membuka pompa premium.


           Pengawas SPBU Batang Lingkin, Santoso mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan hanya menjual sesuai aturan.


           Penyebab utama terjadinya kekosongan premium karena masih tingginya minat masyarakat menggunakan premium padahal di SPBU tersebut sudah menyediakan BBM alternatif berupa pertamax atau pertalite.


           Menurutnya, meski demikian saat premium habis sebagian besar masyarakat tetap beralih menggunakan pertalite. Hal itu menyebabkan secara umum sejak enam bulan belakangan ini penjualan pertalite dan pertamax naik sekitar dua puluh persen dari hari biasanya.


      Pihaknya mengaku tidak bisa meminta penambahan stok premium kepada pertamina. Sehingga untuk mensiasati permintaan konsumen pihak SPBU berupaya keras melakukan pengawasan agar tidak terjadi penimbunan BBM oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.


           "Hingga saat ini peminat masyarakat terhadap premium masih tinggi. Dengan keterbatasan pasokan dari Pertamina maka pembelian menggunakan jerigen kita batasi," katanya. (*)