Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menyikapi keluhan warga terkait langkanya gas elpiji isi tiga kilogram sejak sebulan terakhir di daerah setempat.
"Kami telah menurunkan tim berasal dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ke masyarakat dan mendatangi sejumlah pangkalan elpiji di Lubukbasung," kata Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah setempat, Adrinal di Lubukbasung, Selasa.
Ia menjelaskan dari keterangan warga penyebab langkanya gas elpiji ada indikasi pangkalan mendistribusikan ke daerah lain yang bukan wilayah penyebaran pangkalan itu.
Akibatnya gas elpiji sulit didapat dan berdampak pada naiknya harga dari Rp23 ribu menjadi Rp28 ribu per tabung.
Ia menyebutkan hasil monitoring petugas ke lokasi pangkalan nantinya akan diperiksa apakah benar laporan warga tersebut.
Apabila pangkalan terbukti mendistribusikan elpiji tiga kilogram ke daerah lain, maka izin pangkalan itu akan dibekukan.
"Ini sanksi yang akan kita berikan agar pendistribusian gas elpiji tiga kilogram tepat sasaran," katanya.
Ia menjelaskan pada 2017 jatah gas elpiji tiga kilogram untuk Kabupaten Agam sebanyak 8.216.000 kilogram atau 2.738.667 tabung yang disalurkan oleh 10 agen ke 214 pangkalan yang tersebar di 16 kecamatan.
Salah seorang warga Lubukbasung, Syafri (48) menambahkan, selama ini pihaknya kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram di sejumlah pangkalan meskipun elpiji tersebut ada karena baru diturunkan dari mobil, tapi esoknya dikatakan habis.
Ia menduga pemilik pangkalan tidak mau menjual ke warga, dan mereka menjawab gas elpiji tersebut sudah ada pemiliknya.
"Ini jawaban yang kami terima dari pemilik pangkalan. Kondisi ini telah saya sampaikan kepada dinas terkait," katanya.
Pemilik Pangkalan Nur Tiga Saudara, Nuryenis (72), membantah elpiji tabung tiga kilogram dijual ke daerah lain dan harga hanya Rp22 ribu per tabung.
Penyebab langkanya elpiji tersebut kata dia, akibat permintaan terlalu banyak sekitar 4.000 orang per minggu, sementara kuota ke pangkalan itu hanya 280 tabung per minggu.
"Ini yang terjadi setiap minggu, sehingga pasokan elpiji cepat habis. Namun elpiji tabung 12 kilogram masih tersedia dan tidak ada kendala," katanya. (*)