Gao, Mali, (Antara/AFP) - Prancis membom tempat persembunyian gerilyawan di kota terbesar Mali utara dalam upaya meningkatkan tekanan keamanan terhadap serangan gerilyawan saat operasi negara itu memasuki bulan kedua. Saksi mengatakan serangan helikopter menghancurkan kantor polisi di kota Gao dalam serangan sebelum fajar Senin. Sehari sebelumnya, gerilyawan dari Gerakan bagi Tauhid dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO) bersembunyi di gedung itu sebelum melepaskan tembakan ke pasukan Mali, yang memicu pertempuran. Ratusan warga lokal berkumpul Senin pagi untuk melihat kantor polisi yang hancur, di mana bagian-bagian tubuh dan granat-granat yang tidak meledak tergelak di antara reruntuhan bangunan itu. Tentara kemudian menutup daerah itu agar satu tim penjinak ranjau dari Prancis dapat melakukakan kerja mereka, juga mengosongkan pasar utama dekat lokasi itu. "Kami khawaiir terjadi serangan," kata seorang perwira militer Mali. Seorang saksi mata yang menyaksikan serangan helikopter itu mengatakan seorang petempur Islam di dalam kantor polisi itu meledakan bom yang dibawanya. Kemudian darah berceceran dan bagian-bagian tubuh manusia masih berceceran di lokasi itu. (*/jno)