BNP2TKI Imbau TKI Mudik Melalui Jalur Resmi
Senin, 12 Juni 2017 21:14 WIB
Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengimbau TKI yang berada di luar negeri agar ketika mudik hendaknya melalui jalur prosedur yang resmi.
Nusron dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, menyebutkan, banyak kejadian yang menimpa TKI saat balik ke Tanah Air.
"Mulai dari masalah hukum hingga masalah keselamatan seperti yang sudah sering terjadi," kata.
Pihaknya juga meminta terutama kepada para TKI yang berada di Malaysia agar menjelang mudik ini tidak menggunakan jalur yang tidak resmi dan transportasi tidak resmi.
"Kejadian tiga tahun terakhir ini hampir setiap menjelang Idul Fitri itu selalu ada musibah, kalau tidak di Nunukan, Dumai atau di Batam, atau di kawasan Tanjung Balai, yang perbatasan di Sumatera," kata Nusron.
Ia melanjutkan, jalur masuk secara tidak resmi biasanya pintu masuknya kalau di Nunukan dari Tawau, di Batam dari Johor, di Tanjung Balai berarti dari Penang. Rata-rata yang lewat jalur tersebut merupakan mereka yang dalam kondisi belum beruntung mendapatkan pekerjaan atau menjadi TKI non prosedural.
"Kalau mudik menggunakan jalur resmi, biasanya mereka akan dikenakan biometri di Imigrasi dan kemungkinan tidak bisa balik. Maka, solusinya adalah ketika ingin menjadi TKI harus melalui cara-cara yang prosedural sehingga dari sisi keamanan dan keselamatan lebih bisa terjamin," tuturnya.
Karena itu, dirinya mengimbau kepada para TKI di Malaysia dan juga kepada seluruh jajaran media agar memberikan informasi mengenai pulang mudik dengan jalur resmi demi terjaganya keamanan dan keselamatan TKI.
"Sehingga, melalui jalur resmi semua para TKI yang mudik bisa kembali berkumpul bersama keluarga merayakan Idul Fitri," kata Nusron. (*)
Nusron dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, menyebutkan, banyak kejadian yang menimpa TKI saat balik ke Tanah Air.
"Mulai dari masalah hukum hingga masalah keselamatan seperti yang sudah sering terjadi," kata.
Pihaknya juga meminta terutama kepada para TKI yang berada di Malaysia agar menjelang mudik ini tidak menggunakan jalur yang tidak resmi dan transportasi tidak resmi.
"Kejadian tiga tahun terakhir ini hampir setiap menjelang Idul Fitri itu selalu ada musibah, kalau tidak di Nunukan, Dumai atau di Batam, atau di kawasan Tanjung Balai, yang perbatasan di Sumatera," kata Nusron.
Ia melanjutkan, jalur masuk secara tidak resmi biasanya pintu masuknya kalau di Nunukan dari Tawau, di Batam dari Johor, di Tanjung Balai berarti dari Penang. Rata-rata yang lewat jalur tersebut merupakan mereka yang dalam kondisi belum beruntung mendapatkan pekerjaan atau menjadi TKI non prosedural.
"Kalau mudik menggunakan jalur resmi, biasanya mereka akan dikenakan biometri di Imigrasi dan kemungkinan tidak bisa balik. Maka, solusinya adalah ketika ingin menjadi TKI harus melalui cara-cara yang prosedural sehingga dari sisi keamanan dan keselamatan lebih bisa terjamin," tuturnya.
Karena itu, dirinya mengimbau kepada para TKI di Malaysia dan juga kepada seluruh jajaran media agar memberikan informasi mengenai pulang mudik dengan jalur resmi demi terjaganya keamanan dan keselamatan TKI.
"Sehingga, melalui jalur resmi semua para TKI yang mudik bisa kembali berkumpul bersama keluarga merayakan Idul Fitri," kata Nusron. (*)
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini penjelasan pemerintah terkait penghentian penempatan PMI ke Malaysia
15 July 2022 6:30 WIB, 2022
Dua jenazah pekerja migran Indonesia berhasil dipulangkan dari Hong Kong
26 September 2020 7:11 WIB, 2020
Enam mayat diduga pekerja migran Indonesia ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
21 September 2020 9:02 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018