Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Sebanyak 100 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b di ruangan kelas SMA Negeri 1 Pasaman di Simpang Empat, Kamis.
"Benar, ini adalah ujian pertama untuk jabatan kepala dinas, kepala badan, asisten dan staf ahli sesuai Undang-Undang ASN," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran didampingi Wakil Bupati, Yulianto dan Sekretaris Daerah (Sekda), Manus Handri saat meninjau ujian seleksi terbuka di SMA N 1 Pasaman.
Menurutnya, dari 100 orang ASN itu akan memperebutkan 27 kursi jabatan eselon II.b.
Berarti akan ada 73 ASN yang akan gugur atau tersingkir menuju eselon II.b tersebut.
Dari 100 orang peserta ujian ada yang masih aktif dijabatan kepala dinas/badan, staf ahli, camat, sekretaris, kabag, dan staf.
Ia mengatakan, tujuan diadakannya seleksi terbuka tersebut selain tuntutan UU juga untuk mencari pejabat yang memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai bidangnya.
Panitia seleksi (Pansel) pejabat eselon II.b itu berasal dari unsur pamong seniot, independen dan perguruan tinggi.
Pansel itu diketuai oleh mantan Sekretaris Provinsi Sumbar, Rusdi Lubis, Yohanes Dahlan dan sejumlah akademisi.
Ia mengharapkan kedepannya tugas dan pelayanan publik sebagai abdi negara berjalan dengan lancar.
Sementara masih ada dinas yang belum diseleksi seperti Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Dukcapil dan Dinas Sosnakertrans. Ke depan SKPD ini juga bakal diseleksi sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, mengenai seleksi Eselon II.b ini sengaja dilakukan secara terbuka dan transparan.
Sementara itu, anggota panitia seleksi, Yohanes Dahlan mengatakan seleksi ini dilakukan dalam rangka mengetahui kemampuan dasar seorang calon pejabat eselon II.b.
"Tujuannya nanti kepala dearah akan menempatkan seseorang ASN itu nanti sesuai dengan kompetensinya," kata Yohanes Dahlan.
Ia mengatakan peserta akan melalui tes secara bertahap. Hasil finalnya akan diumumkan akhir Oktober 2016.
Setelah melakukan tes tertulis dan kemampuan sesuai bidangnya maka tes hari Kamis (6/10) ini hasilnya akan diumumkan pada Jumat (7/10).
"Akan ada calon yang tersingkir sesuai hasil tes Kamis (6/10) sesuai perolehan nilai. Bagi peserta yang nilainya di bawah 60 maka secara otomatis gagal,"kata Yohanes Dahlan.
Ia menyebutkan materi yang diuji adalah kemampuan dasar, penguasaan UU tentang pemerintah daerah, UU pelayanan publik, manajemen kepegawaian, kepemimpinan, asesmen dan rekam Jejak.
Ia menegaskan, panitia seleksi hanya bertugas sampai menetapkan tiga nama di masing-masing jabatan yang dilamar.
Nantinya pejabat pembina kepegawaian atau bupati yang akan memilih terbaik yang akan menjabat di jabatan yang dilamar.
"Artinya nilai yang masuk nominasilah yang akan direkomendasikan ke bupati nantinya. Tentu pejabat yang akan duduk nanti punya kompetensi dibidangnya,"ujarnya.
Pantauan dilapangan, terlihat Bupati Syahiran, Wabup Yulianto, Sekda Manus Handri dan Kepala Bagian Humas, Faisal langsung memantau ujian akademik ke dalam ruangan.
Para peserta ujian ini mengikuti ujian sekitar dua jam dengan memakai baju putih, celana dasar hitam lengkap dasi.
Terlihat rata-rata peserta tegang, wajah berkerut dan cemas mengikuti ujian kemampuan dasar secara tertulis tersebut. (*)