Pakistan Tuduh India Penggal Leher 12 Tentara
Rabu, 30 Januari 2013 19:17 WIB
New Delhi, (ANTARA/AFP) - Pakistan menuduh India memenggal leher 12 tentara dalam serangan lintas perbatasan sejak 1998 dan mengajukan protes kepada pengawas PBB, kata suratkabar pada Rabu.
Tuduhan itu dimuat dalam sejumlah dokumen rahasia, yang disampaikan kepada Badan Pengawas Militer PBB di India dan Pakistan (UNMOGIP), yang memantau perbatasn Kashmir, yang disengketakan, kata suratkabar "The Hindu".
Laporan itu setelah serangkaian pembunuhan teradap tentara di kedua pihak awal bulan ini di sepanjang perbatasan defakto yang dikenal sebagai Garis Pengawas (LoC).
Pakistan mengatakan tiga tentara tewas akibat ditembak pasukan India sementara India menuduh pasukan Pakistan membunuh dua serdadunya 6 Januari, seorang dari mereka dipenggal lehernya. Pakistan membantah tuduhan itu.
Situasi di sepanjang LoC tenang sejak kedua tentara kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata pada 16 Januari.
Dalam keluhannya yang disampaikan kepada UNMOGIP, Pakistan dilaporkan menuduh India memenggal leher 12 tentara dan membunuh 29 warga sipil sejak tahun 1998.
Surat kabar itu mengutip seorang perwira senior angkatan darat Pakistan yang menyatakan mereka "berusaha mengabaikan insiden-insiden ini.... Masing-masing dari insiden-insiden ini diprotes oleh kami melalui saluran-saluran militer dan UNMOGIP.
UNMOGIP dibentuk untuk memantau gwncatan senjata yang dilanggar India maupun Pakistan tetapi kelompok pengawas itu tidak melakukan penyelidikan kriminal. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018