Presiden Mali Berharap Akan Selenggarakan Pemilu 31 Juli
Rabu, 30 Januari 2013 6:22 WIB
Addis Ababa, (ANTARA/AFP) - Presiden Mali Dioncounda Traore, Selasa, berharap untuk mengadakan pemilihan umum di negaranya yang dikoyak perang pada 31 Juli.
Traore, penjabat kepala negara, mengatakan bertekad "untuk mengatur pemilihan sesegera mungkin ... atau sebelum 31 Juli 2013, satu pemilu yang bersih, transparan dan kredibel."
Berbicara di ibu kota Ethiopia, dia mengucapkan terima kasih kepada "seluruh masyarakat internasional" pada saat negara-negara menjanjikan bantuan 455,5 juta dolar AS dalam konferensi donor di Addis Ababa, Selasa, untuk operasi militer terhadap gerilyawan di bagian utara Mali dan bantuan kemanusiaan.
"Saya ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk memimpin transisi di Mali dengan agenda tunggal - pemulihan wilayah yang diduduki, tetapi juga, dan terutama, kembalinya situasi konstitusional secara normal di Mali," tambahnya.
Organisasi pemilu dan pembebasan Mali utara merupakan bagian dari tugas utama yang ditetapkan bagi pemerintah transisi, yang diberlakukan menyusul kudeta tahun lalu.
Pemimpin PBB Ban Ki-moon, saat berbicara di Uni Afrika, Minggu,
telah meminta pemerintah Mali untuk menyetujui suatu "proses politik inklusif", yang akan mengakibatkan "pemulihan penuh tatanan konstitusional." (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018