Padang, (Antara Sumbar) - Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Edi Indrizal melihat perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi sebagai upaya percepatan perbaikan ekonomi dilihat dari sejumlah nama baru yang masuk.


        "Kendati tidak terlepas dari unsur politik, komposisi kabinet baru menegaskan presiden ingin serius melakukan perbaikan pengelolaan ekonomi dengan masuknya Sri Mulyani," kata dia di Padang, Rabu.


        Menurut dia  saat ini kondisi ekonomi global  cenderung  melemah dan  dalam negeri terjadi defisit anggaran.


        Sebelumnya beberapa  jilid paket kebijakan ekonomi telah diambil tapi kurang terasa efeknya dan saat ini sedang juga sedang digulirkan kebijakan pengampunan pajak, katanya.


        Selain itu mengacu kepada hasil survei, publik mengeluhkan beberapa persoalan serius seperti  pengangguran, pendapatan masyarakat, daya beli rendah dan penyediaan lapangan kerja, lanjut dia.


        Ia melihat perombakan kabinet kali  ini  memang dibutuhkan dan momentumnya cukup tepat.


        Pada sisi lain Edi menilai beberapa posisi menteri yang diganti sebagai penyegaran untuk memacu kinerja yang lebih baik seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Perhubungan  dan Menko Polhukam.


         "Artinya bukan  berarti  kinerja menteri sebelumnya  buruk, tetapi ada harapan baru yang lebih dari sebelumnya yang terlihat dari  pengganti yang lebih  berpengalaman dan latar belakang yang sama," katanya.


         Menurut Edi tantangan berat Presiden Jokowi saat ini tampaknya  bukan lagi soal menggalang konsolidasi politik tetapi memprioritaskan urusan publik hingga urusan riil ekonomi negara.


         Hal itu, lanjutnya, terlihat dari respon positif pasar, namun tentu akan segera  diuji waktu apakah menteri baru memiliki kinerja  lebih  terarah dan konkret menangani  masalah ekonomi.


         Terkait menteri dari partai Edi menyatakan,  untuk kapasitas masih harus diuji karena beberapa nama baru tersebut minim pengalaman.


         Ia mengingatkan tantangan ekonomi nasional cukup berat dan kabinet harus bekerja lebih fokus  karena sejatinya perbaikan ekonomi yang ditunggu rakyat saat ini.


         Sebelumnya Presiden Joko Widodo merombak 13 menteri Kabinet Kerja dengan memasukkan sembilan muka baru dan empat menteri mengalami pergeseran.


         "Saya ingin maksimal kinerja Kabinet Kerja, bekerja lebih cepat, efektif, tim solid sehingga hasil nyatanya dalam waktu secepatnya dapat dirasakan," kata Presiden Jokowi. (*)