Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Koto Ranah, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengembangkan wahana 'bahtera' (kapal) angsa di embung Nagari (desa adat) setempat, untuk dijadikan objek wisata. 


"Selain usaha perdagangan, BUMNag juga bergerak di bidang pariwisata. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan bagi pendapatan asli nagari," kata Wali Nagari Koto Ranah, Marzuki Zain, di Pulau Punjung, Senin. 

Ia menjelaskan, lebaran tahun lalu merupakan momentum awal dalam mengembangkan objek wisata embung. 

Sebelumnya, katanya, hamparan embung yang berada di nagari itu dibersihkan lalu kemudian pengelola BUMNag membeli kapal angsa untuk bermain keluarga bersama anaknya.

"Antusias warga untuk datang cukup ramai. Dari usaha ini nagari meraup untung sekitar Rp12 juta per hari selama libur lebaran," jelasnya. 

Ke depannya, ia berharap warga dapat berwisata di nagari itu supaya pengeluaran penduduk untuk berwisata terjaring kembali, sehingga uang beredar di lingkungan daerah.

Ia mengatakan, dasar hukum usaha ini adalah Peraturan Nagari (Pernag) Koto Ranah No 1 Tahun2016 tentang Pembentukan BUMNag Koto Ranah Sakti.

BUMNag Koto Ranah Sakti mengelola tujuh unit usaha, diantaranya unit pelayan umum, unit penyewaan, unit perantara, unit perdagangan, unit keuangan dan simpan pinjam, unit usaha bersama, dan unit pemborong atau pengembang.

Terpisah, Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal mengapresiasi innovasi warga Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar dalam melihat potensi daerah untuk mendapatkan keuntungan melalui pariwisata. 

Menurut dia, keberadaan BUMNag berperan penting dan strategis dalam percepatan pembanguna sosial dan ekomoni.

"Jika pendapatan asli desa (PADes) terus meningkat, maka nagari dapat melakukan pembangunan tanpa harus bergantung pada pemerintah lagi," tutupnya. (*)