Dua Pendaki Tersesat Di Gunung Slamet
Minggu, 17 Juli 2016 9:47 WIB
Ilustrasi Pendaki Gunung (Antara/Wahdi Septiawan) ( )
Cilacap, (Antara Sumbar) - Dua pendaki asal Desa Kedawung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan tersesat di Gunung Slamet, kata Koordinator Badan "Search and Rescue" Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.
        "Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua korban bernama Riza (16) dan Anwar (17), warga Desa Kedawung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal," katanya di Cilacap, Minggu.
        Ia mengatakan peristiwa tersebut berawal dari keberangkatan rombongan pendaki yang hendak naik ke Gunung Slamet pada Kamis (14/7) pagi sedangkan kedua korban menyusul pada siang harinya.
        Oleh karena terjadi hujan deras, kata dia, rombongan pendaki tersebut memutuskan untuk tidak jadi mendaki Gunung Slamet dan mereka pun turun.
        Sementara Riza dan Anwar yang menyusul rombongan tersebut, lanjut dia, dilaporkan menginap di tengah perjalanan.
        "Akan tetapi pada hari Jumat (15/7), kedua korban tidak bisa dihubungi," katanya.
        Menurut dia, keluarga bersama warga Desa Kedawung memutuskan untuk mencari kedua korban karena hingga hari Sabtu (16/7) belum diketahui keberadaannya.
        "Kami yang menerima informasi tersebut pada hari Sabtu (16/7), pukul 23.00 WIB, langsung memberangkatkan satu regu Basarnas untuk bergabung dengan potensi SAR setempat guna mencari keberadaan kedua korban," katanya.Â
        "Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua korban bernama Riza (16) dan Anwar (17), warga Desa Kedawung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal," katanya di Cilacap, Minggu.
        Ia mengatakan peristiwa tersebut berawal dari keberangkatan rombongan pendaki yang hendak naik ke Gunung Slamet pada Kamis (14/7) pagi sedangkan kedua korban menyusul pada siang harinya.
        Oleh karena terjadi hujan deras, kata dia, rombongan pendaki tersebut memutuskan untuk tidak jadi mendaki Gunung Slamet dan mereka pun turun.
        Sementara Riza dan Anwar yang menyusul rombongan tersebut, lanjut dia, dilaporkan menginap di tengah perjalanan.
        "Akan tetapi pada hari Jumat (15/7), kedua korban tidak bisa dihubungi," katanya.
        Menurut dia, keluarga bersama warga Desa Kedawung memutuskan untuk mencari kedua korban karena hingga hari Sabtu (16/7) belum diketahui keberadaannya.
        "Kami yang menerima informasi tersebut pada hari Sabtu (16/7), pukul 23.00 WIB, langsung memberangkatkan satu regu Basarnas untuk bergabung dengan potensi SAR setempat guna mencari keberadaan kedua korban," katanya.Â
Pewarta : Sumarwoto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan orang mendaki Gunung Sagara Garut, seorang meninggal dunia kelelahan
03 August 2025 20:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018