Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengingatkan warga mewaspadai paham komunis yang diduga mulai mencoba kembali eksis meskipun paham yang dilarang oleh pemerintah.
"Kepada masyarakat agar mewaspadai paham komunis karena paham ini sudah mencoba masuk melalui lambang dan simbol yang kembali ada di media sosial," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Rabu.
Ia menambahkan hingga saat di Pasaman Barat belum ada paham atau simbol komunis yang masuk. Namun, masyarakat harus tetap waspada.
Ia mengimbau kepada orang tua dan ninik mamak agar memantau anak dan kemenakannya. Awasi pergaulannya dan perhatikan lingkungan sekitar tempat bermainnya.
"Paham ini akan muncul dengan lambang dan simbol yang menarik dengan sasaran generasi muda. Ini harus diwaspadai oleh semua elemen yang ada," ujarnya.
Menurutnya, komunis tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia dan Pasaman Barat khususnya.
Ia mengajak unsur terkait dan sekolah dapat memberikan pemahaman sejak dini terhadap empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus ditanamkan sejak dini kepada masyarakat.
Ia menekankan kepada masyarakat jika ditemui lambang atau simbol komunis seperti palu dan arit maka segera laporkan kepada pihak yang berwajib.
"Memang hingga saat ini paham komunis belum ada di Pasaman Barat, namun semuanya harus waspada dan jangan mudah terpengaruh," sebutnya.
Ia menambahkan agar orang tua membekali anaknya dengan ilmu agama, tidak hanya ilmu umum saja. (*)