Kementerian: Lebih 40 Gerilyawan Tewas di Chechnya
Rabu, 23 Januari 2013 12:06 WIB
Moskow, (ANTARA/RIA Novosti-0ANA) - Sebanyak 42 gerilyawan tewas di Republik Chechnya, Kaukasus, Rusia Utara, selama tahun 2012, kata Kementerian Dalam Negeri republik itu pada Selasa.
Semuanya anggota kelompok bersenjata ilegal yang tewas karena mereka menolak untuk menyerah dan melakukan perlawanan bersenjata, kata kementerian itu dalam satu pernyataan yang disiarkan di lamannya.
Pada tahun 2011, 56 gerilyawan tewas di Chechnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada pertengahan Oktober bahwa lebih dari 300 teroris tewas di Kaukasus Utara dalam beberapa bulan terakhir.
"Terorisme di dalam politik resmi Rusia memanfaatkan kelonggaran dan sebagai pilihan untuk istilah lebih netral seperti pemberontakan."
Lebih dari satu dekade setelah perang melawan separatis di Chechnya berakhir, pasukan keamanan Rusia terus memerangi gerilyawan di wilayah bergejolak itu.
Pemberontakan, meskipun terbatas terutama ke Chechnya, telah menyebar di seluruh Kaukasus Utara dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan terhadap pasukan keamanan, polisi dan warga sipil dilaporkan secara teratur di republik tetangga Dagestan, Ingushetia dan Kabardino-Balkaria. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
7 Bahan Baku Rahasia Pembuat Semen, Nomor 6 Bikin Lebih Kuat dan Tahan Lama
12 February 2026 10:18 WIB
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Antusiasme tinggi, penjualan tiket KA masa libur Isra Mi'raj lebih 100 persen
19 January 2026 21:39 WIB
Tinjau jalan terdampak bencana di Talu, Mahyeldi menilai pengalihan jalur yang lebih aman
07 January 2026 18:56 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018