Padang, (AntaraSumbar) - Pengamat bidang Pendidikan Tinggi dari Universitas Andalan Ade Djulardi menilai Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa berpotensi ikut membangun daerah.
"Bila prosedur KKN tepat, pemerintah bisa manfaatkan mahasiswa dan dosen untuk membangun daerahnya," katanya di Padang, Jumat.
Menurutnya sebelum mahasiswa melakukan KKN, pemda yang akan menjadi sasaran berhak mengajukan persoalan yang terjadi di wilayahnya.
Persoalan ini disampaikan kepada perguruan tinggi sebelum mulai melakukan KKN. Sehingga program yang dicanangkan untuk KKN murni keinginan dari daerah tersebut.
Dalam hal ini, katanya, perguruan tinggi tentunya akan mempersiapkan bahan dan metode yang tepat sesuai bidang persoalan yang diajukan.
"Jadi program KKN bukan lagi keinginan perguruan tinggi namun berasal dari daerah dan kepentingan masyarakat," katanya.
Dengan begitu, sebutnya, saat mulai dilaksanakan KKN persoalan yang diajukan pemda akan dikerjakan oleh mahasiswa tersebut.
Bila hal ini tidak kuasa dikerjakan mahasiswa, katanya, tentunya perguruan tinggi akan menurunkan tim ahli.
Hal tersebut akan berbeda antar daerah karena disesuaikan dengan persoalan masing-masing, ujarnya.
"Kajian ini tentunya lebih makro dan akan berkelanjutan dibanding hanya melakukan perbaikan masalah langsung di jorong atau desa saat KKN," imbuhnya.
Dalam hal prosesnya pemda senantiasa melakukan pengawasan bersama perguruan tinggi. Kemudian setelah KKN selesai pemda kembali mengundang perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi atas hasilnya.
"Jika tepat sasaran tentunya pada KKN berikutnya akan dibahas persoalan bidang lain," katanya.
Bila telah begitu tambahnya, perlahan persoalan di daerah akan tuntas dengan peran dari KKN tersebut, ucapnya.
Senada itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan agar KKN mahasiswa mengembangkan kearifan lokal.
Kearifan lokal ini berupa sumber daya yang dimiliki daerah dapat dikembangkan menjadi objek wisata, kuliner atau peningkatan ekonomi, ujarnya. (*)