Bukittinggi, (AntaraSumbar) - Kantor Kementerian Agama (Kemnag) Kota Bukittinggi mengimbau calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2016 agar segera menyerahkan paspor.


         "Tahun ini, qur'ah dipercepat dibanding tahun lalu sehingga kami imbau para calon jamaah haji 2016 agar segera menyerahkan paspor  ke kantor Kemnag," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemnag Bukittinggi, Khamidir di Bukittinggi, Jumat.


         Ia menambahkan, prosedur sebelumnya, qur'ah baru dilakukan tiga bulan menjelang keberangkatan jamaah ke Tanah Suci namun tahun ini dipercepat.


         Untuk kouta jamaah haji pada 2016, ia mengatakan dari Bukittinggi berjumlah 240 orang, baik yang belum pernah berhaji maupun yang sudah.


         "Pada saat pelunasan, yang didahulukan adalah jamaah yang belum pernah berangkat haji. Sedangkan yang sudah pernah haji namun mendapat porsi berangkat tahun ini pelunasannya ditunda sampai pelunasan pertama untuk yang belum pernah berhaji selesai," jelasnya.


         Bila kemudian setelah pelunasan selesai dan kuota tidak tercapai, pemenuhan kuota yang pertama diberikan pada calon jamaah lanjut usia maksimal 75 tahun.


         "Yang kedua, barulah kuota diberikan pada jamaah yang sudah pernah haji dan mendapat porsi berangkat tahun ini," lanjutnya.


         Sementara yang ketiga diberikan pada jamaah haji yang berangkat namun berpisah keluarga.


         "Berpisah keluarga misalnya seorang jamaah berangkat tahun ini namun anaknya tahun selanjutnya, maka anaknya dapat ditarik untuk memenuhi kuota tahun ini," terangnya.


         Dalam pengurusan hal tersebut, para calon jamaah harus terlebih dahulu datang ke kantor Kemnag untuk mengurusnya.


         Terkait bantuan bagi keluarga jamaah korban "crane" ibadah haji sebelumnya, ia menyebutkan pihak ahli waris telah menerima santunan berupa asuransi senilai Rp37 juta. Sementara santunan yang dijanjikan pemerintah Arab Saudi belum diterima karena kabarnya masih dalam proses di Kemnag pusat.


         "Ada seorang jamaah asal Bukittinggi yang bermukim di Maninjau, Kabupaten Agam, atas nama Nurhayati yang meninggal pada musibah itu," katanya.  (cpw)