Utusan Rusia PBB: Tiada Klaim untuk Aksi Prancis di Mali
Rabu, 16 Januari 2013 6:38 WIB
PBB, (ANTARA/RIA Novosti-0ANA) - Rusia tidak memiliki klaim terhadap kegiatan militer Prancis di Mali setelah bergabung dengan operasi militer melawan pemberontakan Islam di negara Afrika itu, kata Utusan Rusia di PBB Vitaly Churkin pada Selasa.
Prancis pekan lalu mengerahkan pasukan militer untuk membantu pemerintah Mali, yang tentaranya telah mundur sebelum serangan kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Al Qaida.
"Prancis memberitahu kami [Rusia] tentang kegiatan itu dan kita tidak memiliki tuntutan apapun," kata Churkin.
Intervensi Prancis diperbolehkan pemerintah Mali Jumat lalu untuk merebut kembali kota strategis Konna di kawasan tengah negara itu, yang direbut oleh kelompok Islam awal pekan ini, kata laporan BBC.
"Secara keseluruhan, kegiatan Prancis sesuai dengan hukum internasional, karena penggunaan angkatan bersenjata dimulai atas permintaan pemerintah Mali," kata Churkin menambahkan.
Keterlibatan Prancis pada Jumat didukung oleh ECOWAS, sebuah blok yang terdiri dari 15 negara Afrika Barat, termasuk Mali.
Blok itu pada Sabtu mengatakan, pihaknya akan segera bertindak keluar dari resolusi Dewan Keamanan PBB dari Desember dan menyebarkan pasukan penjaga perdamaian bersenjata sendiri di Mali.
Mali, sebuah koloni Prancis sampai 1960, berada dalam kekacauan sejak kudeta militer Maret lalu, yang memicu pemberontakan suku separatis Tuareg yang menguasai negara bagian selatan.
Para pemberontak Tuareg segera ditekan oleh afiliasi Al Qaida yang lebih baik senjatanya dan menguasai kendali atas wilayah utara, memberlakukan hukum Syariah dan menghancurkan situs warisan sejarah di Timbuktu, dan kemudian memulai bergerak maju ke selatan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018