Cirebon, (AntaraSumbar) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan penuh eksistensi Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu-NU) sekaligus dengan seluruh program kerjanya dan diharapkan ke depan dapat memberi manfaat kepada umat Islam.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan pada Ketua Pengurus PBNU K.H. Said Agil Siradj pada Muktamar I Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahtlatul Ulama (Asbihu-NU) di Cirebon, Jawa Barat, Minggu.
Said Agil Siradj berharap Asbihu-NU dapat dioptimalkan perannya. Meski organisasi ini berdiri baru sekitar lima tahun, diharapkan mampu memperkuat aqidah umat.
"Akidah umat harus dilindungi. Paham yang bertentangan dengan ahlusunah waljamaah dapat dihalau," harapnya.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan agar para pengurus asosiasi itu untuk berkhidmad, yaitu mengedepankan pada pelayanan kepada umat, khususnya jemaah haji dan umrah.
Ia menyambut gembira bahwa Asbihu-NU menargetkan setiap bulan dapat mengirim jemaah umrah sebanyak 10.000 orang.
Selain itu, Asbihu-NU juga harus meningkatkan peran dakwahnya. Asbihu-NU harus menjadi benteng dari paham yang bertentangan dan menyesatkan selama jemaah berada di Tanah Suci.
Asbihu-NU juga diminta untuk mengedepankan profesionalisme. Asbihu-NU pun harus memperhatikan aspek bisnis dengan mengedepankan aspek ghonimah, yaitu bagaimana agar asosiasi mendapat manfaat dari terlaksananya penyelenggaraan umrah dan ibadah haji, katanya.
Kiai Haji Musthofa Aqil Siraj, adik kandung Said Aqil Siradj yang juga Ketua Umum Asbihu-NU terpilih, menyatakan bahwa dewasa ini ancaman masuknya paham lain melalui ibadah haji dan umrah begitu dahsyat. Misalnya, ada pembagian buku-buku gratis di bandara bermuatan paham tertentu.
Paham yang menyeleweng dari ahlusunah waljamaah ini, menurut dia, begitu masif karena dibiayai kekuatan finansial yang besar.
Oleh karena itu, ke depan Asbihu-NU akan menekankan pada program memperkuat pemahaman akidah sehingga umat tidak mudah goyah dengan paham lainnya.
Ia menyatakan gembira mendapat dukungan dari PBNU. Ke depan Asbihu-NU harus menjadi organisasi besar. Hadirnya Ketua Umum PBNU pada muktamar itu merupakan dukungan besar. "Saya optimis hal ini dapat dicapai," katanya. (*)