Padang Aro, (AntaraSumbar) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Solok Selatan menargetkan masuk tiga besar dalam pemiliah legislatif pada 2019.


"Dalam upaya mencapai target tersebut, PKS harus menguatkan eksistensi kultural dan strukturalnya," kata Ketua DPD PKS Solok Selatan periode 2015 hingga 2020, Effendi Muharam, seusai Musyarawarah Daerah Sungai Pagu, Jumat.


Pada Musda ke-4 ini, Effendi Muharam kembali terpilih sebagai ketua DPD PKS Solok Selatan setelah sebelumnya memimpin partai itu pada 2010 hingga 2015.


Ia menjelaskan, eksistensi kultural adalah pembinaan ke kader. Karena, katanya menambahkan, kader merupakan aset yang paling berharga di PKS. Jumlah kader terbina di daerah itu sebanyak 500 orang.


Ia menambahkan, PKS juga akan merangkul tokoh-tokoh masyarakat pada pemilihan legislatif tersebut. "Bahkan PKS yang mengkaderkan tokoh-tokoh masyarakat itu," ujarnya.


Sementara Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat, Nurfirmanwansyah yang turut hadir dalam pelaksanaan Musda tersebut berharap terpilihnya kembali Effendi Muharam mampu memperkokoh partai, mampu melayani masyarakat dengan baik sesuai visi dan misi.


Sedangkan terkait target DPW PKS dalam pileg mendatang, katanya, mendapat suara 15 persen minimal.


"Sementara untuk DPD, DPD sendiri yang membuat. Apakah 20 persen, 30 persen itu tergantung DPD. Biasanya target DPD diatas itu agar DPW dapat 15 persen," kata mantan Wakil Bupati Solok Selatan itu.  

    

Pada pemilihan legislatif sebelumnya, PKS mampu meloloskan dua kadernya, yakni Betri Kelana dari Daerah Pemilihan (Dapil) II (Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh) dan Solikhin dari Dapil I di Kecamatan Sangir.


Dalam memimpin PKS lima tahun ke depan, Effendi Muharam akan didampingi oleh Wakil Ketua Zulkarnaini, Sekretaris Andra Febi, Bendatara Wanti Suyanti, dan Ketua Bidang Kaderisasi Patoni. (*)