Simpang Ampek,  (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan stok daging sapi di daerah itu masih mencukupi meskipun di daerah lain sudah mulai mengalami kelangkaan.


         "Hingga saat ini belum ada keluhan masyarakat tentang kelangkaan daging. Namun kami tetap akan terus memantau," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat Edrizal di Simpang Ampek, Sabtu.


         Ia menilai warga Pasaman Barat tidak terlalu bergantung pada daging sapi namun lebih banyak mengonsumsi daging ayam.


         "Hingga saat ini stok daging sapi masih mencukupi dan stok ternak sapi kita tidak terganggu,"ujarnya.


         Ia menyebutkan populasi sapi di Pasaman Barat secara keseluruhan mencapai 15.466 ekor. Belum ada keluhan kelangkaan sapi di Pasaman Barat.


         Ia menjelaskan pihaknya juga saat ini sedang mengembangkan  kawasan pembibitan sapi di tiga kecamatan sebagai antisipasi kelangkaan sapi.


         "Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, dan Kecamatan Pasaman," jelasnya.


         Terkait dengan itu, pihaknya juga telah menyiapkan sekitar 24 kelompok peternak sapi untuk dibina dan dikembangkan menjadi kelompok pembibitan sapi.


         Ia menyebutkan kelompok yang mendapat binaan itu harus memiliki minimal 70 ekor sapi, selanjutnya petani harus bersedia mencatat, menimbang, dan memeriksa sapi secara berkala selama satu tahun.


         "Mulai dikawinkan petani harus mencatat setiap perkembangannya. Pencatatan itu penting dilakukan untuk melahirkan bibit yang unggul dan setelah itu baru bisa dikeluarkan surat keterangan bibit sapi berkaulitas," ujarnya.


         "Saat ini di tiga kecamatan itu sudah ada sekitar 1.400 ekor bibit sapi yang sedang dikembangkan.  Mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak dan bisa didistribusikan kepada masyarakat," katanya. (*)