Obama dan Karzai Bertemu Bahas Keamanan
Selasa, 8 Januari 2013 17:34 WIB
Washington/Islamabad, (ANTARA/Reuters) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai akan berdiskusi masalah keamanan seperti status pasukan AS dan Afghanistan tapi isu paling sensitif adalah agenda jangka panjang kedua negara.
Afghanistan berusaha mengakhiri ketidakpastian nasib setelah negara itu mendapati gempuran tentara aliansi yang menggulingkan Taliban Afghanistan sebagai serangan balasan September di Amerika.
Pakistan sebagai negara tetangga memberikan dukungan terhadap upaya stabilisasi Afghanistan seiring tentara AS yang akan segera ditarik mundur.
Dalam perkembangan terbaru, terjadi peristiwa yang jarang terjadi saat perwakilan Taliban bersedia berunding dengan Dewan Perdamaian Afghanistan di luar Paris bulan lalu meski dalam pertemuan itu tidak menghadirkan anggota pemerintahan Presiden Karzai.
Pejabat AS yang tidak mau disebut namanya menganggap itu sebagai perkembangan menjanjikan untuk membuka negosisasi demi nasib negara yang dilanda perang itu.
Maret lalu Taliban enggan melakukan perundingan dengan Washington terkait perdamaian pemberontak dengan pemerintahan Karzai.
Obama mengharapkan Presiden Afghanistan merestui pembangunan kantor politik Taliban di Qatar agar perundingan damai dapat berlangsung.
Karzai belum memberikan jawaban pasti mengenai usulan itu.
Pada pekan ini, Karzai bertemu dengan Obama membahas isu penarikan 66 ribu tentara AS di Afghanistan pada 2014 dan sisanya setelah tahun itu.
Obama nampak membawa Amerika Serikat mengurangi keterlibatan militernya di Afghanistan.
Isu-isu sensitif lainnya yang dibahas seperti masalah jumlah tentara dan fokus tugas militer Afghanistan, kendali pemerintahan dan bantuan internasional paska 2014.
"Kunjungan Karzai menjadi penting karena menunjukkan hubungan kami dengan AS," kata Menteri Luar Negeri Afghanistan Zalmay Rassoul di depan parlemen, bulan ini.
Belum ada kepastian nasib Afghanistan setelah 2014 dan isu tersebut semakin rumit setelah Washington menginginkan kekebalan hukum pada tentara AS.
Jenderal AS John Allen yang juga Komandan NATO merekomendasikan sekitar 6.000 sampai 15.000 tentara AS tetap ditempatkan di Afghanistan setelah 2014. Angka itu berbeda dari rencana Gedung Putih yang menyisakan 3 ribu tentara.
Tahun lalu Presiden Obama memulai upaya damai dengan melepaskan lima tahanan Taliban di Teluk Guantanamo dengan syarat mereka tidak melakukan terorisme dan mau menempuh perundingan.
Di penghujung tahun 2012, Pakistan melepas empat tahanan Taliban Afghanistan Mullah Mohammed Omar dan menjadi awal yang baik untuk proses perdamaian. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Pemkot Padang Tegaskan Komitmen Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Ramadan
13 February 2026 17:29 WIB
Kasi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Pasaman hadiri sidang Perdata di PN Lubuk Sikaping
13 February 2026 9:45 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Jumat (13/02/2026)
13 February 2026 4:32 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018