Jakarta,  (Antara) - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan bahwa potensi energi listrik yang bisa dihasilkan dari limbah kelapa sawit mencapai lima gigawatt.


        "Ada 850 pabrik kelapa sawit (PKS), jika satu pabrik produksinya 30-40 ton per hari, kurang lebih listrik yang dihasilkan empat megawatt. Itu satu pabrik, jika semuanya kurang lebih lima gigawatt," ujar Rida di Jakarta, Rabu.


        Saat ditemui dalam diskusi "Energi Kita" di Gedung Dewan Pers, ia berpendapat dengan besarnya potensi energi yang dihasilkan limbah kelapa sawit maka secara tidak langsung akan memperingan pelaksanaan program pembangkit listrik 35.000 megawatt.


        "Itu baru energi dari hasil konversi limbah saja sudah sebesar itu, belum lagi sumber yang lain. Oleh karenanya kita ingin ini dikembangkan, sayang jika tidak diolah," tuturnya.


        Hingga Desember 2014 diperkirakan total nilai ekspor kelapa sawit mencapai 20,8 miliar dolar amerika, meningkat delapan persen dibandingkan nilai ekspor tahun sebelumnya yang hanya 19,23 miliar dolar.


        Dengan jumlah produksi mencapai 31 juta ton di tahun 2014, potensi limbah yang dihasilkan juga sangat besar, sedangkan potensinya untuk diolah menjadi biogas pun sangat tinggi.


        Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang terjadi pada material yang dapat terurai secara alami dalam kondisi anaerobik.


        Pada umumnya biogas terdiri atas 70 persen Metana (CH4), sekitar 30 persen Karbondioksida (CO2), dan 5-10 persen Hidrogen (H2), dan gas lainnya dalam persentase yang lebih kecil.


        Saat ini diperkirakan limbah PKS cair mencapai 28,7 juta ton per tahun, sedangkan limbah padat mencapai 15,2 juta ton per tahun. Jika dikonversi, dari angka tersebut bisa dihasilkan 90 juta meter kubik biogas atau setara 187,5 juta ton gas elpiji. (*)