200.000 Korban Nepal TelahTerima Air Bersih
Selasa, 12 Mei 2015 15:53 WIB
Jakarta, (Antara) - Badan PBB untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, UNICEF, mencatat sebanyak 200.000 korban gempa Nepal telah menerima air bersih atas donasi bantuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia sejak dua pekan terakhir.
"Operasi kemanusiaan UNICEF telah menjangkau ribuan anak dan keluarga dengan bantuan yang diperlukan. Itu semua atas sumbangan para dermawan, perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia sehingga UNICEF dapat memulai operasi darurat besar," kata Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olssom melalui keterangan pers yang diterima dari Kathmandu, Nepal, Selasa.
Gunilla mengatakan hingga saat ini tercatat hampir 25.000 orang mendapat bantuan fasilitas sanitasi dan hiegenis sejak gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal 25 April lalu.
UNICEF dan mitranya juga telah membuat 38 ruang ramah anak dengan daya tampung 3.300 orang guna menolong anak dan keluarganya yang kehilangan tempat tinggal mereka di Kathmandu, Lalitpur dan Bhaktapur.
Selain itu, beberapa bantuan kemanusiaan lain juga telah didistribusikan, seperti tenda, terpal, perangkat medis, selimut, kelambu dengan insektisida, ember dan materi belajar kepada para mitra di lapangan.
Hingga saat ini, gempa yang mengguncang ibu kota Kathmandu tersebut telah menewaskan 7.885 orang dan mengakibatkan 17.803 orang luka-luka di beberapa negara tetangga.
Oleh karena jumlah korban tewas terus meningkat, UNICEF pun kembali menyerukan permohonan bantuan sebesar 50 juta dolar AS untuk mendukung misi kemanusiaan atas korban gempa bumi Nepal dalam 90 hari mendatang.
"Sebanyak 1,7 juta anak terkena dampak langsung. Pascabencana, mereka berisiko terkena penyakit. Oleh karenanya, saya menyerukan kepada Indonesia untuk terus memberikan donasi agar UNICEF bisa memperluasi operasi kemanusiaan dan menjangkau banyak anak yang belum mendapatkan bantuan," kata Gunilla.
Sebelumnya, UNICEF juga mencatat sebanyak 15.000 anak di Nepal terkena malnutrisi (kekurangan gizi) akut dan mereka membutuhkan terapi makan.
Kekhawatiran akan nutrisi anak terus meningkat apalagi terdapat lebih dari 40 persen anak cebol di Nepal. (*)
"Operasi kemanusiaan UNICEF telah menjangkau ribuan anak dan keluarga dengan bantuan yang diperlukan. Itu semua atas sumbangan para dermawan, perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia sehingga UNICEF dapat memulai operasi darurat besar," kata Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olssom melalui keterangan pers yang diterima dari Kathmandu, Nepal, Selasa.
Gunilla mengatakan hingga saat ini tercatat hampir 25.000 orang mendapat bantuan fasilitas sanitasi dan hiegenis sejak gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal 25 April lalu.
UNICEF dan mitranya juga telah membuat 38 ruang ramah anak dengan daya tampung 3.300 orang guna menolong anak dan keluarganya yang kehilangan tempat tinggal mereka di Kathmandu, Lalitpur dan Bhaktapur.
Selain itu, beberapa bantuan kemanusiaan lain juga telah didistribusikan, seperti tenda, terpal, perangkat medis, selimut, kelambu dengan insektisida, ember dan materi belajar kepada para mitra di lapangan.
Hingga saat ini, gempa yang mengguncang ibu kota Kathmandu tersebut telah menewaskan 7.885 orang dan mengakibatkan 17.803 orang luka-luka di beberapa negara tetangga.
Oleh karena jumlah korban tewas terus meningkat, UNICEF pun kembali menyerukan permohonan bantuan sebesar 50 juta dolar AS untuk mendukung misi kemanusiaan atas korban gempa bumi Nepal dalam 90 hari mendatang.
"Sebanyak 1,7 juta anak terkena dampak langsung. Pascabencana, mereka berisiko terkena penyakit. Oleh karenanya, saya menyerukan kepada Indonesia untuk terus memberikan donasi agar UNICEF bisa memperluasi operasi kemanusiaan dan menjangkau banyak anak yang belum mendapatkan bantuan," kata Gunilla.
Sebelumnya, UNICEF juga mencatat sebanyak 15.000 anak di Nepal terkena malnutrisi (kekurangan gizi) akut dan mereka membutuhkan terapi makan.
Kekhawatiran akan nutrisi anak terus meningkat apalagi terdapat lebih dari 40 persen anak cebol di Nepal. (*)
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa laut magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, guncangan sampai mana?
07 February 2026 5:17 WIB
BMKG: Gempa di Pacitan berjenis megathrust berkedalaman dangkal, guncangannya sampai mana?
06 February 2026 10:20 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018