Lebih 20 Tewas Dalam Serangan Ash-Shabaab di Somalia
Rabu, 15 April 2015 9:19 WIB
Mogadishu, (Antara/Xinhua-OANA) - Enam prajurit dan 15 warga sipil tewas dalam serangan terhadap satu gedung pemerintah yang berisi dua kementerian Somalia di Mogadishu, kata pihak berwenang.
Juru Bicara Kementerian Keamanan Mohamed Yusuf mengatakan beberapa prajurit tewas ketika mereka berhadapan dengan penyerang yang telah menyerbu Markas Pendidikan setelah menghancurkan tembok dengan menggunakan mobil yang diisi bom.
Gedung itu berisi Kementerian Pendidikan serta Kementerian Perminyakan dan Mineral.
"Kami kehilangan lima personel pasukan keamanan Somalia dan satu prajurit Misi Uni Afrika di Somalia. Semua penyerang juga tewas saat mereka berusaha memasuki gedung," kata Yusuf kepada wartawa.
Juru bicara tersebut mengatakan ada tujuh penyerang, dua di antara mereka tewas di mobil ketika mobil itu meledak sedangkan lima penyerang lagi tewas di gedung tersebut oleh pasukan keamanan.
Abdulkadir Abdirahman, Direktur di Layanan Ambulans Mogadishu mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi-- mereka mengumpulkan 15 mayat dari lokasi dan menemukan 20 orang yang cedera.
"Sebagian orang yang cedera mernderita luka serius dan kehilangan sangat banyak darah," katanya. Ia menambahkan beberapa warga sipil tewas di satu kedai teh di pinggir jalan ketika mobil tersebut meledak.
Kelompok gerilyawan fanatik Somalia, Ash-Shabaab, telah mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu.
Sementara itu rakyat Somalia makin menderita akibat tindakan paling akhir Pemerintah Kenya untuk membekukan rekening perusahaan pengiriman uang ke Somalia karena dicurigai mendanai pelaku teror. Tindakan tersebut telah memukul keluarga dan pengusaha Somalia yang bertransaksi antara Mogadishu dan Nairobi setiap hari.
Tiga bulan sebelumnya, Bank Amerika --Merchant Bank of California-- menghentikan layanan pengiriman uang ke Afrika Timur, sehingga mempengaruhi warga Somalia yang mengandalkan layanan tersebut untuk menerima uang dari kerabat mereka di Amerika Serikat.
Pemerintah Kenya pada Jumat (10/4) menginstruksikan 86 orang dan lembaga yang rekening mereka dibekukan karena dicurigai mendanai pelaku teror untuk hadir di pusat kontra-teror pekan ini untuk pemeriksaan.
Dengan perkiraan 1,3 miliar dolar AS mengalir ke Somalia setiap tahun dari Diaspora melalui hawala, Somalia dapat makin terdesak ke tepi jurang oleh tindakan untuk menutup perusahaan pengiriman uang tersebut, yang telah menjadi sarana terpenting dalam memudahkan pengiriman uang.
Lembaga kemanusiaan internasional yang beroperasi di Somalia telah memperingatkan bahwa tindakan oleh Kenya itu untuk menutup hawala dapat sangat mempengaruhi kehidupan rakyat Somalia, yang ketergantungan mereka atas pengiriman uang telah menjadi alat dalam membangun negeri tersebut.
Mereka telah menyerukan dilakukannya penelitian kembali kebijakan itu dan memutuskannya berdasarkan kasus-per-kasus dan bukan larangan secara umum. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League pekan ke-20, Persija merenggang, Semen Padang FC merapat
08 February 2026 22:17 WIB
Borneo kalahkan Bhayangkara 2-1,pastikan tak terkejar Persija di pekan ke-20
07 February 2026 20:40 WIB
Pertandingan dan Klasemen BRI Super League pekan ke-20, Jumat (6/2/2026), Persib kokoh di puncak
06 February 2026 21:19 WIB
Semen Padang FC akan bertemu mantan pelatihnya, Hendri Susilo pada 20 Februari
27 January 2026 21:57 WIB
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Agam meningkat 20.413 orang selama 2025
21 January 2026 18:20 WIB
Hari Selasa (20/01/2026), harga emas Antam naik tipis jadi Rp2,705 juta/gram
20 January 2026 9:19 WIB
Emas di Pegadaian Selasa (20/01/2026) kompak meroket, ada yang sentuh Rp2,783 juta/gr
20 January 2026 6:38 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018