Saat IS Mendekat, Kekhawatiran Merebak di Damaskus
Selasa, 7 April 2015 11:02 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Bagia warga di sebagian besar wilayah Damaskus, hari-hari, saat mereka bisa mengatakan kelompok Negara Islam (IS) adalah semacam makhluk mistis yang muncul di Suriah Utara, sudah berakhir.
Sejak Rabu (1/4), anggota IS telah melancarkan serangan terhadap petempur gerilyawan Suriah di satu kamp pengungsi Palestina di pinggiran ibu kota Suriah tersebut, dan kini mereka telah menguasai banyak bagian di sana.
Kamp Yarmouk, pusat bentrokan berdarah antara pasukan gerilyawan dan anggota kelompok fanatik itu, adalah tempat tinggal sebanyak 18.000 pengungsi, termasuk 3.500 anak kecil, kata PBB.
Kurang satu kilometer dari kamp yang menghadapi serangan tersebut, kehidupan di Midan --salah satu kabupaten lokal-- masih tenang, setidaknya untuk saat ini, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Sekolah tetap buka, begitu juga dengan toko dan restoran.
Tak banyak perubahan selain suara bentrokan yang berkumandang tak jauh dari tempat itu.
Di jalanan, warga setempat --dua atau tiga orang-- berbincang mengenai kemelut di Yarmouk dan kemungkinan ancaman yang dapat ditimbulkan oleh IS terhadap kabupaten lain yang berdekatan di Damaskus.
Sambil mengenakan kaca mata besar, tutup kepala dan pakaian panjang, Um Talal (70) berdiri di pintu tempat tinggalnya; ia menunggu cucu perempuannya pulang dari sekolah. Ia baru saja mengetahui bahwa petempur IS sudah dekat.
"Bohong kalau saya mengatakan saya tidak takut ... tapi sebagaimana anda bisa lihat keadaan masih baik-baik saja di sini dan saya berharap keadaan akan tetap begini," kata wanita yang berusia di atas setengah baya tersebut kepada Xinhua. Ia mengatakan ia sekarang tak mengizinkan putrinya, yang berusia 11 tahun, bermain di jalanan.
"Apakah anda tidak mendengar suara ledakan bom dan mortir? Saya tak mau dia menanggung resiko dengan bermain di jalanan sekarang. Saya merasa seramg," tambahnya.
Selama hampir empat tahun, Yarmouk telah dikepung dan dibombardir saat perang saudara di Suriah meningkat. Sebelum aksi IS, kamp tersebut telah dikuasai oleh milisi Aknaf Beit Al-Naqdes, kelompok Palestina yang memihak perlawanan terhadap kekuasaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Namun, kehadiran gerilyawan itu tak jauh dari kamp itu tak membuat takut warga di ibu kota Suriah. Tapi IS tampaknya berbeda buat mereka.
Kelompok IS sudah memenggal tujuh orang di Kamp Yarmouk dan membunuh banyak orang lagi. Taktik mereka, dengan menimbulkan ketakutan, dan rekaman video mengenai pembantaian telah membuat warga Damaskus merasa bulu kuduk mereka merinding.
Pemerintah Suriah belum lama ini telah menyatakan militer Damaskus sepenuhnya mengepung kamp tersebut sejak daerah itu berada di luar kendali pemerintah lebih dari dua tahun lalu.
Pernyataan itu bertujuan meredakan kekhawatiran warga di ibu kota Suriah tersebut, yang kebanyakan masih mendukung Pemerintah Suriah dan memilih kehidupan mereka saat ini daripada kehidupan di bawah gerilyawan.
Akibat pertempuran yang berkecamuk di Yarmouk, sebanyak 2.000 warga dari 20.000 penghuni yang terjebak di dalam kamp telah pergi selama beberapa hari belakangan, dan mereka menyelamatkan diri ke daerah di sekitar Kamp Yarmouk. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018