Batam, (Antara) - Hujan dan banjir di Mukakuning, Tembesi, dan Sagulung, Kamis petang hingga malam melumpuhkan arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Batam Kota dan Batuaji yang termasuk jalan utama Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. "Jalan macet total karena di Tembesi air meluap dan membuat jalan kebanjiran. Banyak yang tidak berani menembus air," kata seorang warga Teguh, salah satu warga yang terjebak di lokasi. Ia mengatakan, saat ini (19.30 WIB) meski sudah tidak hujan, namun masih banjir dan terjadi kemacetan beberapa kilometer dari dua arah (Batam-Batuaji dan sebaliknya). "Ini jam-jam sibuk. Jam pergantian pekerja industri, jadi kemacetannya sangat parah. Polisi juga masih kesulitan mengurai. Pengendara banyak yang tidak sabar dan membunyikan klakson terus menerus," kata dia. Teguh mengatakan, setiap kali hujan lebat jalan di Tembesi selalu kebanjiran karena posisinya pada cekungan tepat di depan Masjid Al-Amin, Tembesi. "Kalau hujan selalu seperti ini. Tapi meski sudah berlangsung lama, pemerintah tidak juga meninggikan permukaan jalannya agar tidak lagi kebanjiran," kata Teguh. Pantauan dari Mukakuning, untuk motor rata-rata bisa terus merangsek di antara mobil-mobil yang terjebak. Hampir semua mobil tidak bisa bergerak sama-sekali. Pengendara lain, Rizal mengatakan sudah sekitar 30 menit terjebak macet dan hanya bisa bergerak sedikit-sedikit. "Kemacetannya parah. Sampai saat ini masih gerimis. Katanya ditembesi air yang membanjiri jalan masih deras," ujar dia melalui sambungan telepon. Pada Kamis siang, hujan yang mengguyur wilayah Jodoh dan Nagoya juga sempat membuat sejumlah ruas jalan kawasan perniagaan tersebut terendam banjir. BMKG Hang Nadim Batam melalui laman resminya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati sebab angin puting beliung dan hujan lokal yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Hujan lokal di wilayah Kota Batam, diperkirakan masih terjadi pada Jumat. (*/jno)