Netanyahu: Hamas Bisa Gulingkan Pemerintahan Abbas dari Tepi Barat
Rabu, 2 Januari 2013 16:58 WIB
Jerusalem, (ANTARA/AFP) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa mengatakan kelompok milisi HAMAS bisa saja menggulingkan pemerintahan Palestina pimpinan Mahmoud Abbas Tepi Barat, seperti halnya di Jalur Gaza pada 2007.
"Semua orang tahu kalau HAMAS bisa mengambil alih pemerintahan dari otoritas Palestina," tulis sebuah pernyataan yang dirilis Kantor Perdana Menteri yang mengutip Netanyahu saat pertemuan dengan kelompok studi Yahudi di Jerusalem.
"Hal itu bisa saja terjadi bahkan setelah kesepakatan damai Israel-Palestina tercapai, atau sebelum kesepakatan tercapai, seperti yang terjadi di Gaza," katanya, dalam upaya menjaring suara kelompok nasionalis religius tiga pekan menjelang pemilihan umum.
Namun, Netanyahu mengatakan bahwa proses diplomatik harus dilakukan secara seksama dan tidak dengan cara tergesa-gesa, sebuah komentar yang menjawab pernyataan dari Presiden Israel Shimon Peres baru-baru ini.
Pada Minggu, Peres mendesak Israel agar memulai kembali perundingan perdamaian dengan Palestina, dengan menyebut Abbas sebagai mitra yang baik untuk mencapai sebuah kesepakatan.
"Tidak banyak waktu tersisa," kata Peres.
Pembicaraan antara Israel dan Palestina terhenti sejak September 2010, karena Palestina menolak dialog jika Israel tetap melakukan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem timur, sementara Israel tetap menginginkan adanya sebuah perundingan damai tanpa syarat.
Pada Senin, Peres yang secara konstitusi hanya berperan sebagai kepala negara dan tidak terlibat dalam proses politik, mengatakan tidak ada alasan mendasar bahwa pembicaraan damai dengan HAMAS tidak bisa dilakukan, kecuali jika mereka memulai kembali aksi kekerasan.
"Tidak ada yang salah dengan pembicaraan dengan HAMAS, jika kita mendapat jawaban yang diinginkan," kata Peres kepada para pemimpin umat Kristen dalam resepsi Tahun Baru di Jerusalem.
Israel dan sebagian besar komunitas internasional mencap HAMAS sebagai organisasi teroris.
Kwartet pengawal perdamaian Timur Tengah -- Uni Eropa, Rusia, Perserikatan Bangsa Bangsa dan Amerika Serikat -- meminta agar HAMAS mengakui Israel sebagai negara, menghentikan aksi kekerasan dan berjanji untuk menghormati kesepakatan sebelumnya antara Palestina dan Israel jika mereka ingin berperan dalam diplomasi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hamas tegaskan komitmen gencatan senjata, tuding Israel ingkar janji
12 February 2025 9:04 WIB, 2025
Tahap kedua pembahasan gencatan senjata Gaza berlanjut akhir pekan ini
05 February 2025 9:01 WIB, 2025
Qatar, Mesir, AS menjamin penerapan gencatan senjata Israel-Palestina
16 January 2025 9:37 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018