Tim Eskpedisi Maritim Timur Nusantara Wakatobi Dilepas
Senin, 16 Maret 2015 16:03 WIB
Kendari, (Antara) - Tim ekspedisi Maritim Timur Nusantara Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang akan menelusuri jejak pelayaran niaga perahu layar Buton masa lampau, Senin, dilepas bupati Wakatobi, Hugua.
Ketua Tim Ekspedisi Maritim Timur Nusantara Wakatobi, Saleh Hanan saat dihubungi dari Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Senin mengatakan tim ekspedisi yang sudah dilepas bupati Wakatobi Minggu malam, akan bertolak dari Wakatobi ke wilayah Timur Indonesia, Senin malam.
"Ke Wilayah Timur Indonesia, kami tim ekspedisi beranggotakan 12 orang menggunakan perahu layar motor," katanya.
Ia mengatakan kabupaten pertama yang akan dikunjungi tim ekspedisi Martim Tim Timur Nusantara Wakatobi tersebut adalah Kabupaten Taliabu, Maluku Utara.
Di kabuten tersebut kata dia, Tim akan bertemu dengan pemerintah kabupaten setempat dan tokoh-tokoh masyarakat asal Wakatobi yang sudah tinggal menetap di Taliabu.
"Dalam pertemuan dengan pemerintah kabupaten Taliabu dan tokoh-tokoh masyarakat asal Wakatobi, kami akan menggali informasi hubungan perdagangan masyarakat setempat dengan masyarakat Wakatobi, Buton masa lampau," katanya.
Setelah dari Talibu kata dia, Tim ekspedisi akan melanjutkan perjalan ke Sanana dan sejumlah kabupaten di Maluku Utara dan Maluku dan akan berakhir di Jaya Pura.
"Sasaran utama yang ingin dicapai dari ekspedisi ini, untuk memperbaharui kembali jaringan ekonomi maritim pelayaran rakyat Wakatobi dengan daerah-daerah yang menjadi perniagaan masyarakat Wakatobi masa lampau," katanya.
Menurut dia, jika jaringan ekonomi maritim pelayaran rakyat Wakatobi dengan sejumlah daerah di Nusantara diperbaharui kembali, maka akan menumbuhkan sektor perdagangan yang luar biasa.
Itu karena kata dia, dengan menggunakan sarana angkutan yang sudah lebih modern, akan memberikan jaminan kepastian distribusi barang dan jasa yang tepat
waktu.
"Dengan hanya menggunakan perahu layar yang sangat tergantung dari arah angin berrtiup dan tanpa kepastian waktu, perniagaan masyarakat di masa lampau sudah berkembang baik," katanya.
Tentunya dengan menggunakan perahu motor modern yang digerakkan mesin dan memberi jaminan kepastian distribusi, ujarnya hubungan dagang di antara daerah-daerah di Indonesia bisa lebih berkembang maju.
"Makanya, kita mencoba melakukan ekspedisi ke berbagai daerah, dengan harapan hubungan dagang yang sudah lama putus bisa dirajut kembali di era pemerintah yang tengah menggagas program tol laut," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Sumbar mulai Eskpedisi Rupiah Berdaulat ke daerah terluar Indonesia
19 April 2024 14:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018