Presiden Ekuador Kecam Sanksi AS Atas Venezuela
Rabu, 11 Maret 2015 11:17 WIB
Quito, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Ekuador Rafael Correa, Selasa (10/3), mengecam Pemerintah AS karena memasukkan Venezuela ke dalam daftar "ancaman keamanan nasional" dan memberlakukan sanksi atas tujuh pejabat Venezuela berkaitan dengan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
"Instruksi eksekutif (Presiden AS Barack) Obama mengerikan ... Ini adalah upaya tidak sah yang jelas dan nyata untuk merusak kestabilan," kata pemimpin Ekuador itu di akun Twitternya, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.
Pada Senin pagi, Presiden AS Barack Obama menandatangani instruksi eksekutif yang memberlakukan sanksi tambahan atas tujuh mantan dan pejabat saat ini di Venezuela sehubungan dengan dugaan korupsi dan pelecehan hak asasi manusia.
Perintah tersebut melarang pejabat Venezuela itu --yang semuanya adalah mantan dan bagian dari aparat keamanan saat ini-- memasuki Amerika Serikat, membekukan aset yang mungkin mereka miliki di sana dan melarang orang Amerika berbisnis dengan mereka.
Obama juga mengumumkan "keadaan darurat" pada Senin, dengan alasan situasi di Venezuela merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan AS akan melakukan "tindakan lebih lanjut" yang berkaitan dengan Venezuela.
Itu adalah babak sanksi ketiga yang dijatuhkan oleh Washington atas para pejabat Caracas dalam waktu kurang dari empat bulan.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menanggapi dengan mengatakan tindakan AS tersebut "dimaksudkan untuk menggulingkan pemerintahnya".
Kementerian Luar Negeri Venezuela juga telah memanggil diplomat seniornya di AS untuk konsultasi "segera" setetelah pengumuman Presiden Obama itu.
Saat menyampaikan solidaritasnya buat Venezuela dan kembali menyampaikan penolakan terhadap "setiap upaya untuk merusak kestabilan demokratis luar negeri" di negeri tersebut, Pemerintah Ekuador menyatakan Ekuador menganggap pernyataan Pemerintah AS sebagai "resiko serius terhadap perdamaian dan demokrasi di Wilayah Amerika Latin".
Kementerian Luar Negeri Ekuador telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk "dengan keras menolak perintah eksekutif Obama sebab itu adalah serangan yang tak bisa diterima terhadap kedaulatan Republik Bolivia Venezuela". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Senegal ke 16 besar Piala Dunia dampingi Belanda usai menang 2-1 lawan Ekuador
30 November 2022 6:08 WIB, 2022
Preview Piala Dunia 2022, Ekuador di ambang mengulangi pencapaian terbesar hadapi Senegal
29 November 2022 8:41 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018