Wapres Perintahkan Bulog Tingkatkan Distribusi Raskin
Senin, 23 Februari 2015 18:37 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Bulog mulai Selasa (24/2) meningkatkan distribusi raskin sebesar 300 ribu ton dalam upaya menekan harga beras yang saat ini mengalami kenaikan.
"Masalah yang sekarang ini terjadi kenaikan harga beras karena Bulog tak optimal menyalurkan raskin karena masalah administrasi. Saya perintahkan Bulog mulai besok tingkatkan (distribusi) raskin," kata Jusuf Kalla kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Senin.
Hal tersebut disampaikan usai memimpin rapat soal ketahanan pangan yang antara lain dihadiri Menko Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo serta Dirut Perum Bulog Lenny Sugihat.
Wapres menilai kenaikan harga beras lebih disebabkan berkurangnya pasokan dan berkurangnya pasokan karena jumlah raskin yang seharusnya didistribusikan Bulog 500 ribu ton ternyata hanya didistribusikan 140 ribu ton.
Kalla mengatakan akibat tidak optimalnya distribusi raskin maka harga beras di sejumlah daerah mengalami kenaikan karena sangat berpengaruh terhadap pasokan.
"Jika raskin didistribusikan maka bisa memenuhi 10 persen dari total konsumsi beras nasional," kata Wapres.
Dikatakan dari hasil penelusuran ternyata ada masalah administrasi di Perum Bulog. Namun Kalla tidak secara tegas mengatakan masalah administrasi apa yang dimaksud.
"Jadi masalahnya memang kekurangan pasokan dari raskin Bulog," katanya.
Wapres mengelak jika dikatakan kenaikan harga akibat adanya penimbunan oleh pedagang atau pihak yang tak bertanggung jawab.
"Tak ada yang menimbun. Kalau menimbun akan saya panggilkan polisi untuk menangkap," katanya.
Kalla menegaskan walaupun ada kenaikan harga belum perlu dilakukan impor karena stok yang ada di Bulog masih cukup.
"Stok beras di Bulog masih cukup yakni 1,5 juta ton. Itu cukup," katanya.
Wapres mengatakan pula stok beras akan bertambah mengingat dalam tiga bulan ke depan akan terjadi panen beras dan panen raya, sehingga stok dan harga akan stabil. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi curah hujan tinggi, Fadly Amran perintahkan semua jajaran siaga
02 January 2026 15:22 WIB
Bupati Padang Pariaman perintahkan jajaran 'standby' hadapi musim penghujan
30 September 2025 19:59 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018